
Pengerjaan Perkampungan Teknologi Digesa

Bangkinang, (antarariau.com) - Pemerintah Kabupaten Kampar terus menggesa pengerjaan perkampungan teknologi untuk mewujudkan cita-cita menzerokan kemiskinan akhir 2014 dengan menjadikan tempat tersebut sebagai projek percontohan masyarakat.
"Perkampungan teknologi ini dilengkapi sarana puluhan kolam dengan ratusan jaring terapung, kadang untuk peternakan sapi, pengolahan kotoran sapi jadi pupuk dan biogas serta lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh warga untuk berusaha," kata Bupati Kampar Jefry Noer.
Alat berat seperti escavator terus bekerja menyiapkan kolam-kolam begitu juga dengan sarana pendukung ke lokasi perkampungan terknologi.
Untuk memancing minat masyarakat pada pertanian terpadu, pemerintah telah bekerjasama dengan Bukopin untuk permodalan dalam bentuk peminjaman dana bergulir kepada masyarakat yang telah mengikuti pelatihan dan pihak Bukopin juga telah mendatangkan konsultan untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan perkampungan teknologi agar sistem dan program yang telah direncanakan dapat berjalan secara baik.
“Kepala dinas terkait diharapkan juga memulai untuk menjadi seorang entrepreneurship yang berani menanggung resiko, bangunlah usaha untuk membuat masyarakat tertarik dan ingin mengubah nasib agar menjadi lebih baik” harap Jefry.
Ia menyatakan masyarakat miskin itu bukan hanya orang awam saja tapi juga pegawai honorer Pemkab dan penghasilan mereka hanya habis dari bulan ke bulan. Untuk itu ia mengimbau pegawai hononer dan masyarakat untuk mengikuti program pengentasan kemiskinan yang dibuat oleh pemerintah.
"Bulatkan tekat untuk merubah nasib kita agar keinginan kita untuk mengentaskan kemiskinan akhir 2014 akan dapat direalisasikan” ujar Jefry.
Kepada kepala dinas terkait Jefry Noer mengharapkan untuk mengurangi bahasa teoritis dalam memimpin, cukup hanya menggunakan teori 30 % saja dan 70% realisasikanlah untuk praktek dilapangan agar tujuan pembangunan yang kita harapkan dapat terwujud.
Selain itu dalam peningkatan perekonomian masyarakat, pihaknya akan melaksanakan pelatihan menjahit bagi ibu-ibu rumah tangga dan wanita muda putus sekolah yang untuk sementara dilaksanakan di Kubang Jaya menunggu selesainya pembangunan gedung serbaguna di Kecamatan Tambang.
Untuk pelatihan tersebut telah disediakan 100 unit mesih jahit dengan menghadirkan tenaga pelatih yang sudah professional dibidangnya. "Setelah mempunyai keahlian nantinya masyarakat tersebut akan diberikan order untuk menjahit seragam sekolah yang setiap tahunnya yang dialokasikan dari dana APBD untuk pembuatan 3000 pasang pakaian mulai dari siswa-siswi SD hingga SMA,” ujar Jefry.
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

