Logo Header Antaranews Riau

Lampung Fair Catat Transaksi Rp10 M

Senin, 11 Juni 2012 08:42 WIB
Image Print

Bandarlampung, (antarariau) - Nilai transaksi pada "Lampung Fair 2012" yang digelar di PKOR Wayhalim Bandarlampung selama 17 hari hanya mencapai Rp10,4 miliar.

"Sementara jumlah pengunjung sekitar 300 ribu orang," kata Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP, saat menutup pameran itu, di Bandarlampung, Minggu malam.

Dia mengatakan, ini merupakan pencapaian yang luar biasa, karena bisa diasumsikan perharinya bisa 2.000 pengunjung datang ke ajang pameran bisnis dan pembangunan daerah itu.

Artinya, kata dia, dengan banyaknya pengunjung maka Provinsi Lampung makin dikenal, karena pengunjung bukan hanya dari daerah Lampung saja.

Peserta Lampung Fair 2012, menurut dia, berasal dari sejumlah daerah luar Lampung, seperti dari Kabupaten Sidoarjo dan DKI Jakarta, bahkan dari Pulau Kalimantan.

"Dengan banyaknya peserta dari luar diharapkan Lampung semakin dikenal, terutama budaya dan kerajinannya," kata dia.

Ke depan, kata Sjachroedin, Provinsi Lampung harus tampil ke luar, berani menunjukan identitas asli daerah.

Menurutnya, hal itu dilakukan, agar masyarakat dapat mengetahui kerajinan asal daerah Lampung dan juga makanan khas, khususnya warga asli daerah itu yang tidak tinggal di daerah asalnya.

"Selain itu, kerajinan daerah juga harus dapat masuk pasar nasional bila perlu internasional," jelasnya.

Gubernur Lampung itu lebih lanjut mengatakan, Lampung sebagai pintu gerbang untuk ke Pulau Jawa dan sebaliknya, harus lebih meningkatkan perekonomian.

Sementara itu, Ketua Panitia Berlian Tihang mengungkapkan, Lampung Fair 2012 menampilkan potensi yang dimiliki kabupaten/kota di Lampung. Selain itu, menyediakan pelayanan seperti perpanjangan SIM, pembuatan KTP dan kartu keluarga.

"Selain itu, pawai karnaval melintas jalan-jalan di Kota Bandarlampung juga diikuti puluhan peserta dari berbagai elemen," katanya.

Selain itu Berlian Tihang yang juga Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung mengatakan, pada tahun ini pemerintah daerah membuka peluang usaha bagi petani lokal agar produksi tanaman mereka hingga terjual ke mancannegara.

Ia mencontohkan, pemerintah daerah selama ini telah membantu memediasi petani kopi dan pengusaha bubuk kopi agar harga yang ditawarkan tetap stabil.

Sementara penutupan Lampung Fair 2012 pada Minggu (10/6) malam dipadati ribuan pengunjung yang ingin menyaksikan pameran bisnis dan pembangunan.

Penampilan artis ibukota juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung pada malam penutupan Lampung Fair 2012 tersebut.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026