
Daur ulang sampah beromzet jutaan

Pekanbaru (ANTARARIAU News) - Bisnis daur ulang sampah plastik dan kertas di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau memiliki potensi yang cukup besar dilihat dari omzet penjualan yang mencapai jutaan rupiah per bulan.
"Omzet penjualannya berkisar minimal Rp5 juta hingga Rp6 juta per bulan," kata Sofia Seffen, Ketua Perajin Daur Ulang Sampah (Dalang Colection), di Pekanbaru, Selasa.
Sofia mulai merintis "Dalang Colection" sejak empat tahun silam di Kecamatan Sail, Pekanbaru.
Aneka produk berhasil ia kembangkan dari limbah plastik dan kertas, seperti taplak meja, bunga, tas, tirai hingga pakaian.
Harga jual produk daur ulang bervariasi mulai dari Rp5.000 hingga Rp40 ribu per unit.
Bahkan, hingga kini, ia mengatakan ada sekitar 40 perajin yang aktif dalam industri kreatif itu yang semuanya merupakan tetangga di sekitar tempat tinggalnya.
"Sekarang tinggal bagaimana dukungan dari pemerintah daerah untuk membantu perkembangan bisnis ini, karena saya akui pikiran orang umum untuk menggunakan produk daur ulang masih sangat kurang dan pemerintah perlu memberikan contoh kepada masyarakat," katanya.
Bisnis usaha mikro tersebut kini juga berkembang menjadi bentuk "Bank Sampah", yang intinya untuk menjamin ketersediaan bahan baku bagi perajin.
Dalam perkembangannya selama dua bulan, lanjutnya, Bank Sampah bisa menyerap sebanyak 50 nasabah yang aktif menyetorkan sampah kertas dan plastik.
Ada sembilan macam sampah yang ditampung Bank Sampah dengan harga berbeda.
Variasi harga mulai dari yang termurah berupa limbah kertas Rp600 per kilogram (kg) hingga Rp1.800 per kg untuk limbah botol air mineral.
"Nasabah bisa mengambil uang tabungan dari Bank Sampah pada sebelum Hari Raya Lebaran dan saat masa tahun ajaran baru anak sekolah," ujarnya.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

