Logo Header Antaranews Riau

Hutan Bakau Pesisir Riau tragis

Jumat, 3 Februari 2012 08:46 WIB
Image Print

Pekanbaru - Direktur Kepolisian Perairan Polda Riau, Kombes Pol Lukas Gunawan, Sik menaruh keprihatinan terhadap kondisi hutan bakau di wilayah pesisir Riau yang menurutnya bernasib tragis karena gegundulan yang kian parah.

"Setiap melakukan patroli di perairan, terutama untuk wilayah pesisir Riau yang berbatasan dengan Selat Malaka, terlihat kondisi hutan yang cukup tragis. Kegundulan di mana-mana," kata Lukas di Pekanbaru, Jumat.

Beberapa wilayah hutan bakau atau mangrove yang mengalami kegundulan cukup parah menurut dia melanda pinggiran pantai sejumlah pulau di Kabupaten Bengkalis, Meranti dan Kota Dumai.

"Informasi di lapangan, kegundulan hutan bakau ini disebabkan maraknya pembalakan dari warga sekitar dengan tidak melakukan penanaman kembali," ujarnya.

Pemerhati lingkungan dari Universitas Riau (UR), Tengku Ariful Amri mengatakan, kondisi demikian sangat merugikan, dimana minimnya tanaman bakau di tepian pantai akan berdampak pada luasan abrasi yang pastinya akan semakin parah.

"Sebaiknya pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dengan meninjau wilayah-wilayah yang mengalami kegundulan hutan bakau. Setelah itu, lakukan penanaman kembali sebelum pulau-pulau di Riau ini tenggelam," demikian Ariful yang juga Direktur Rona Lingkungan UR.

Sementara bagi pengrusak lingkungan, termasuk para pencuri kayu bakau, menurut Ariful, sebaiknya diberikan sanksi hukum sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Karena jika tidak, perambahan secara liar akan tetap saja marak karena tidak adanya efek jera bagi pelaku," katanya.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026