
1.238 rumah terendam banjir

Kampar, Riau (ANTARARIAU News) - Sebanyak 1.238 rumah di Kecamatan Kampar Kiri, Riau, terendam banjir dan mengakibatkan semua akses jalan darat di wilayah ini terputus.
"Daerah ini sudah sejak lama berlangganan banjir maka masyarakat pun bersiap-siap sebelum banjir tiba," kata Camat Kampar Kiri, Febrinal di Kampar, Riau, Rabu.
Diakuinya, daerah Kampar Kiri serantau memang tiap tahun secara rutin didatangi banjir.
Ketika musim penghujan datang masyarakat sudah tidak heran lagi bahkan mereka bersiap-siap terlebih dahulu mengamankan harta bendanya masing-masing ketika hujan.
Sebagian dari masyarakat ada yang mengungsikan barang-barangnya ke rumah keluarganyaa yang lebih tinggi, ada juga yang mengamankan barangnya di atas atap rumah mereka, jelas Febri.
Pihaknya, ujarnya, sudah meminta masyarakat mendirikan posko bantuan banjir di Desa Lipat Kain Selatan.
Selain di Kecamatan Kampar Kiri, ratusan rumah dan lahan perkebunan milik warga di lima desa di Kecamatan Gunung Sahilan juga terendam banjir. Lima desa tersebut yakni Desa Sungai Lipai, Kebun Durian, Gunung Sahilan, Sahilan Darussalam, dan Subarak, jelasnya.
Toni warga Gunung Sahilan mengatakan, warga tidak bisa keluar, karena akses jalan terputus.
"Kalau mau keluar harus lewat Kuansing yang jarak tempuhnya saangat jauh. Namun sejak tadi malam air sudah mulai turun sekitar 10 centi meter", ujarnya.
Kepala Badan Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPBD) Kampar, Fauzi Nurta, mengatakan, hari ini 10 ton beras akan diantarkan langsung ke lokasi banjir.
"Semua bantuan dari berbagai pihak dikumpulkan untuk membantu masyarakat korban banjir", jelasnya.
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

