
Umat Kristen Dumai Gelar Karnaval

Dumai, Riau, (ANTARARIAU News) - Ratusan Umat Kristiani di Kota Dumai, Provinsi Riau, Jumat (23/12) Sore sekitar pukul 16.30 WIB, mengikuti pawai Natal dan karnaval berbagai kendaraan hias bercirikan sukacita menyambut datangnya Hari Raya Natal 25 Desember mendatang.
Pawai yang dilepas oleh Wakil Walikota pemerintahan setempat Agus Widayat di Jalan Putri Tujuh, merupakan kegiatan yang digagas Badan Kerjasama Gereja Dumai (BKGD) gabungan dari 42 Gereja yang ada. Dalam pawai ditampilkan karya-karya nuansa Natal untuk menyambut sang Juru Selamat dan berbagai pohon Natal dan pernak-perniknya.
Rute yang dilalui puluhan kendaraan hias dan ornamen semarak Natal ini melewati Jalan Putri Tujuh menuju kawasan Jalan Sultan Syarif Kasim dan seterusnya berakhir di Jalan HR Subrantas. Diklaim kegiatan ini merupakan satu-satunya yang terlaksana di seluruh kabupaten/kota di Riau.
Ketua Umum Panitia Natal Dumai Thomas Ginting kepada ANTARA, menjelaskan, pawai bertujuan menciptakan rasa kebersamaan dan persatuan kesatuan umat Kristiani dalam menyambut sukacita perayaan Natal dan Tahun Baru 2012.
Sebab, dengan rasa kebersamaan itu bisa mendorong kelancaran dan rasa aman pelaksanan peribadatan umat Kristiani dalam perayaan Natal. Selain itu, ingin memperlihatkan bahwa perayaan Natal sangat disambut dengan meriah dan antusias oleh umat yang merayakan.
"Kebersamaan dalam merayakan Natal merupakan sesuatu hal yang patut dibanggakan. Kita tidak perlu khawatir dengan kondisi keamanan saat perayaan nanti, sebab dengan rasa persatuan dan kesatuan yang dimiliki, saya yakin Dumai kondusif dan aman," katanya.
Ia menambahkan, serangkaian kegiatan perayaan Natal, BKGD sebelumnya telah menyumbangkan 31 kantong darah melalui aksi donor darah kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) wilayah itu. Kemudian, penanaman pohon cemara sebanyak 300 batang di lingkungan hunian Umat Kristen dan di Gereja di wilayah masing-masing .
Seorang tokoh masyarakat Kristen Sabar Bakara juga menganggap Dumai merupakan kota yang kondusif dan tidak pernah dalam sejarahnya terjadi pergesekan antar umat beragama. Semuanya karena tercipta rasa kebersamaan dan persaudaraan yang saling menghargai satu sama lainnya.
"Setiap pelaksanaan perayaan agama di daerah ini selalu kondusif dan tidak pernah ada saling mengganggu soal agama. Namun tetap saja kita harus waspada dari kemungkinan adanya gangguan yang dapat merusak suasana aman selama ini dengan tujuan memecahbelah rasa kebersamaan yang telah ada," sebutnya. pso-324. Abdul Razak

