Logo Header Antaranews Riau

Warga Diresahkan Kasus Ayam Mati

Kamis, 15 Desember 2011 15:33 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Sejumlah warga Kota Pekanbaru, Riau, khususnya yang berada di Jalan Bukit Barisan, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Bukit Raya, beberapa hari terakhir diresahkan dengan kabar kematian puluhan ekor ayam secara mendadak.

"Kami khawatir bermatiannya ayam secara mendadak ini merupakan tanda-tanda datangnya kembali virus flu burung," kata seorang warga Kota Pekanbaru yang tinggal di Jalan Bukit Barisan, Zulkifli (59), yang ditemui di kediamannya, Kamis.

Pria lima anak ini mengakui, sejak empat hari terakhir, puluhan ekor ayam yang dipeliharanya bermatian secara tiba-tiba, tidak diketahui sebelumnya penyakit yang menyusup ke hewan unggas tersebut.

"Tiba-tiba saja ayam-ayam saya bermatian. Padahal sebelumnya terlihat sehat-sehat," katanya.

Dia menjelaskan, dalam waktu empat hari, tercatat sejak Minggu (11/12) hingga Rabu (14/12) sebanyak 30 ekor ayam miliknya habis bermatian.

"Dalam sehari, ada sekitar lima bahkan sampai delapan ekor yang mati. Saya sempat memperhatikan, ayam itu awalnya pagi hari sehat, eh' siang atau sorenya mati mendadak," kata Zulkifli.

Untuk menghindari berbagai kemungkinan terburuk dan guna mengantisipasi datangnya virus flu burung, diakuinya, beberapa ekor ayam yang tersisa terpaksa tidak lagi diliarkan.

"Ada sekitar lima ekor yang tersesisa. Semuanya sekarang saya kurung dikandang," ujarnya.

Warga lainnya di Perumahan Bukit Barisan, Jalan Bukit Barisan atau berjarak sekitar 600 meter dari kediaman Zulkifli, Hamzah (53), juga mengakui ayam-ayam miliknya sejak beberapa hari terakhir bermatian secara mendadak.

"Ada sekitar 13 ekor ayam saya yang bermatian. Matinya juga misterius. Sehat, tiba-tiba tumbang dan mati," ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Riau, Drh Askardya R Patrianov menyarankan agar kematian ayam secara mendadak yang diketahui warga, segera dilaporkan ke Dinas Peternakan yang ada di masing-masing kota/kabupaten.

"Setelah laporan itu masuk, maka akan ada tim yang meninjau lokasi kematian ayam untuk memastikan apa penyebabnya," kata dia.

Upaya itu menurutnya, juga sebagai wujud antisipasi penyebaran virus mematikan tipe A jenis H5N1 atau flu burung yang sebelumnya sempat "merasuki" beberapa wilayah di Provinsi Riau termasuk Pekanbaru.

"Nantinya, warga juga akan mendapat penyuluhan dari petugas tentang bagaimana memelihara unggas yang baik. Namun jika ternyata ayam-ayam yang bermatian positif terjangkit flu burung, maka kami akan memberikan faksin khusus untuk mencegah penyebarannya," demikian Patrianov.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026