Sukses tekan karhutla di Pelalawan, 15 kades MoU Program Desa Bebas api

id RAPP. Desa bebas api. Pelalawan. Karhutla.,Rapp, pelalawan, bebas api

Sukses tekan karhutla di Pelalawan, 15 kades MoU Program Desa Bebas api

Foto bersama RAPP saat penandatanganan MoU 15 desa bebas api di Pelalawan.(ANTARA/HO-RAPP)

Pelalawan (ANTARA) - PT Riau Andalan Pulp and Paper kembali (RAPP) kembali menggelar Program Desa Bebas Apiatau Free Fire Village Program (FFVP)dipertengahan tahun 2020 ini setelahdilakukan rutin dalam enam tahun terakhir ini.

Direktur PT RAPP Mulia Nauli, mengatakan bahwa sampai saat ini isu kebakaran hutan dan kabut asap senantiasa menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Provinsi Riau dan beberapa provinsi lainnya di Indonesia. Menurutnya guna mengurangi angka kebakaran dan dampak dari kebakaran merupakan tanggung jawab bersama.

"Karena itu, kita dari PT RAPP merasa perlu turut serta mengambil bagian dalam PR tersebut dengan menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menekan angka kebakaran. Pihak perusahaan mengambil pendekatan strategis untuk manajemen kebakaran dengan fokus khusus terkait dengan pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui FFVP. Kita bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk mengatasi akar penyebab kebakaran," katanya.

Hal itu terungkap saat penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) 15 Desa Program Desa Bebas Api PT RAPP yang digelar di auditorium lantai 3 Kantor Bupati Pelalawan, Senin (29/6/2020). Hadir dalam nota kesepahaman tersebut selain Bupati Pelalawan HM Harris, Sekdakab Pelalawan Drs HT Mukhlis, Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko SIk, Kepala BPBD Pelalawan Drs Hadi Penandio, 15 kepala desa dan sejumlah camat serta instansi terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa sebagai hasil langsung dapat terlihat dari pelibatan masyarakat melalui FFVP. Pasalnya jumlah areal yang terbakar hanya 0,39 persen dari total 750 ribu hektar lahan yang berpartisipasi di sekitar konsesi selama lima tahun terakhir.

Dimulai pada tahun 2014 ada empat desa yang menjadi pilot project program ini. Kemudian di tahun 2015 ada sembilan desa, 2016 ada 18 desa dan di tahun 2020 ini pihaknya bekerja sama dengan 15 desa di Kabupaten Pelalawan.

Sementara 14 desa lainnya berada di Kabupaten Siak dan Kepulauan Meranti. Jadi total semuanya ada 29 desa di 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Pelalawan, Siak dan Kepulauan Meranti.

Lanjutnya, tahun ini ada enam desa yang mendapat penghargaan senilai Rp100 juta jika tidak terjadi kebakaran. Keenamnya Desa Sungai Ara, Pangkalan Terap, Ransang, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Lalang Kabung, dan Rantau Baru.

Desa-desa selain yang 6 disebutkan tadi, akan mendapatkan bantuan berupa pembersihan lahan tanpa bakar. Itu pun karena dua tahun lalu sudah mendapatkan penghargaan.

Sementara itu, Bupati Pelalawan HM Harris di kesempatan itu juga menyampaikan apresiasinya atas program rutin program Desa Bebas Api yang dilaksanakan secara rutin selama enam tahun ini. Dirinya berharap dengan adanya program ini, maka tidak ada lagi terjadi kebakaran di Riau khususnya di Kabupaten Pelalawan.

"Saya minta, camat juga untuk menyampaikan hal ini pada Kades bahwa akan ada sanksi jika di wilayahnya terjadi kebakaran. Saya harapkan Kades bisa lebih komit dan bertanggungjawab serta mendapatkan reward dari PT RAPP," tukasnya.

Baca juga: Azmi: perusahaan di Siak agar miliki Program Desa Bebas Api seperti RAPP

Baca juga: Kapolres Siak minta hujan buatan RAPP jangkau daerah sulit diakses


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar