RAPP-Pemkab Siak teken MoU tiga desa bebas api

id PT RAPP, RAPP, desa bebas api, karhutla,karhutla riau,bebas api,program desa bebas api

RAPP-Pemkab Siak teken MoU tiga desa bebas api

Bupati bersama Forkompida Siak bersama Manajemen RAPP usai MoU Program FFVP. (ANTARA/Bayu Agustari Adha)

Siak (ANTARA) - PT Riau Andalan Pulp Paper bersama Pemerintah Kabupaten Siak menyepakati Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman bersamamengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di tiga desa melalui Program Desa Bebas Api atau "Fire Free Village Program" (FFVP).

"Hanya0,3 persen yang terbakar selama lima tahun yang mengikuti program bebas api ini. Di Siak tahun ini tiga yakni Kampung Olak, Dayun dan Lubuk Jering mendapatkan penghargaan Rp100 juta," kataStakeholder Relation (SHR) Manager PT RAPPWan Muhammad Jakh Anza di Siak, Rabu.

Lebih lanjut dikatakannya, program yang sudah berlangsung sejak tahun 2014 ini cukup berhasil. Pasalnya bisa mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya yang dihasilkan dari kebakaran.

"Selama enam tahun program berjalan, sebut dia, terbukti telah mengurangi karhutla di 750 ribu hektar lahan di tiga kabupaten yakni Pelalawan, Siak, dan Kepulauan Meranti," ungkapnya.

Dia mengatakan kunci dari keberhasilan tersebut adalah hasil kerjasama dari semua pihak. Di antaranya Pemkab Siak yang mendorong upaya pemanfaatan lahan agar terus dijaga.

Dari awal, tambahnya Pemkab Siak terus mendukung FFVP ini dan terbukti pada tahun 2018 tiga kampung ini mendapatkan penghargaan sebesar Rp 100 juta dalam bentuk infrastruktur. Tahun 2019 sendiri, tiga kampung ini juga menjadi Desa Tangguh Api atau "Fire Resilience Community".

Baca juga: Bupati Pelalawan panen raya perdana di Desa Bebas Api Binaan RAPP

"Musim kemarau tahun ini berlangsung dari Mei hingga Agustus 2020 nanti. Kami berharap dengan adanya program ini, desa yang menjadi peserta FFVP di Siak terus semangat mempertahankan wilayahnya dari kebakaran hutan. Kami juga memberikan pelatihan pertanian, salah satunya dengan pembukaan lahan tanpa bakar,” jelas Wan Jakh.

Dia menyebut pilot project program ini dimulai pada tahun 2014, empat desa tercatat sebagai peserta. Tahun 2015 jumlah desa peserta FFVP melonjak menjadi 18 desa. Kemudian pada tahun 2017 dan 2018 program tersebut diikuti masing-masing oleh 18 desa dan Sembilan desa.

"Tahun 2019 RAPP kembali melakukan MoU dengan sembilan desa yang berada di wilayah operasional perusahaan sehingga total peserta FFVP sudah mencapai 79 desa," sebutnya.

Bupati SiakAlfedri dalam kesempatan itu mengapresiasi PTRAPP membuat komitmen dengan tiga penghulu/kepala desa untuk mengupayakan kampung bebas api. Siak katanya sudah tujuh sebelumnya sehingga kini menjadi 10 kampung yang bebas api.

"Diharapkan kampung itu bebas api, agar diberi bonus kalau nol kebakaran," ujarnya.

Baca juga: Riau harus antisipasi Karhutla akibat el nino

Baca juga: Empat Tahun Berjalan, Program Desa Bebas Api RAPP Tekan Karhutla hingga 0,02 persen