
BMKG temukan titik api Sumatera

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, Riau, dalam dua hari terakhir masih menemukan kemunculan titik api atau hotspot di sebagian wilayah Sumatera, meliputi Jambi (satu), Sumatera Barat (satu), Sumatera Selatan (dua) dan Riau terdapat satu titik.
Analis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Yudistira Mawaddah di Pekanbaru, Kamis, mengatakan, kemunculan titik api di beberapa wilayah Sumatera akibat masih tingginya suhu udara di bagian-bagian tertentu.
"Seperti di Riau, suhu panas masih terjadi di beberapa wilayah seperti Bengkalis dan Kabupaten Kampar yang saat ini terdapat satu titik api. Di dua wilayah Riau ini, suhu udara pada siang hari mencapai 34 derajat celsius," katanya.
Meski sebagian besar wilayah Sumatrea termasuk Riau saat ini telah memasuki musim hujan, menurut Yudistira suasana panas masih tetap ada pada waktu-waktu tertentu, terutama siang hari sekitar pukul 12.00 hingga 15.00 WIB.
Suhu udara di atas 33 derajat celsius ini yang kemudian menurut dia menyulut kemunculan titik api akibat kawasan atau lahan yang mengering terbakar dengan luasan yang mencapai lebih sepuluh hektare.
"Kondisi demikian memang tidak akan bertahan lama dan cenderung berpindah-pindah. Namun harus tetap diwaspadai agar dampak kebakaran tersebut tidak meluas hingga terjadi pencemaran udara akibat asap sisa kebakarannya," kata Yudistira.
Sementara dari hasil monitoring citra satelit awan, analisa streamline dan kondisi fisik serta dinamis atmosfer, menurut Yudistira, pada umumnya cuaca di sebagian besar daratan Riau cerah hingga berawan.
"Peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga berpotensi terjadi hampir merata di sebagian besar wilayah Riau. Namun terkosentrasi di Riau bagian timur dan barat," katanya.
Hujan ringan-sedang ini kata dia, berpotensi turun pada pagi, siang dan malam hari dan sifatnya juga berkemungkinan masih lokal dan tidak merata.
"Kemudian untuk tinggi gelombang, secara umum masih berkisar 0,5-2,0 meter. Namun untuk perairan Kabupaten Indragiri Hilir, tinggi gelombang bisa mencapai 1,25-2,0 meter. Kondisi ini sama seperti hari sebelumnya (Rabu (23/11)," demikian Yudistira Mawaddah.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

