Logo Header Antaranews Riau

256 Desa rawan kebakaran lahan

Selasa, 1 November 2011 14:04 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Sebanyak 256 Desa di Provinsi Riau merupakan daerah rawan kebakaran lahan dan hutan karena desa-desa itu terletak di daerah yang memiliki lahan gambut dan Konversi hutan di Provinsi tersebut.

"Ada sekitar 256 desa yang menjadi daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan, sehingga ke depannya akan dilakukan pemantauan dan penyuluhan kepada masyarakat yang berada di sekitar desa tersebut," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau Fadrizal Labay, Selasa.

Ia mengatakan desa-desa tersebut merupakan daerah yang memiliki adat istiadat yang masih kental, dan juga daerah terpencil serta termasuk daerah konversi hutan.

"Daerah-daerah ini perlu diperhatikan, karena di daerah tersebut, masih minim pengawasan dari pemerintah daerahnya dan aparat berwajib," katanya.

Selain itu, daerah tersebut merupakan bagian dari lahan gambut yang sangat rawan terbakar jika musim kemarau, seperti daerah Kabupaten Siak, Pelalawan, Rokan Hulu , Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai, Kampar dan Rengat, ujar Labay.

Menurut Labay untuk saat ini Provinsi Riau masih peringkat empat nasional dengan kebakaran lahan dan hutan terbesar, dan menyumbang gas emisi karbon akibat kebakaran hutan sebesar 300 juta ton pertahun, dan jumlah ini merupakan jumlah terbesar di tanah air dibanding jumlah daerah-daerah lain.

"Untuk itulah kita meningkatkan pengawasan terhadap Kebakaran lahan dan hutan yang ada di Provinsi Riau, dengan meningkatkan lagi penyuluhan-penyuluhan terhadap masyarakat dengan merangkul seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli lagi dengan lingkungan," katanya.

Penyebab masih tingginya kebakaran lahan dan hutan di Riau diakibatkan masih rendahnya tingkat kepedulian masyarakat, dan masih lemahnya pengawasan dari pihak yang berwajib dilapangan terhadap masyarakat yang terus membuka lahan dengan cara membakar, katanya.

"Pengawasan yang belum efektif menyebabkan masyarakat tidak peduli dengan bahaya membakar lahan dan hutan, sehingga hingga saat ini kebakaran hutan dan lahan di Riau masih tinggi," ujarnya lagi.

Meskipun saat ini di Provinsi Riau memiliki 69 kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) namun belum berjalan dengan sebaik-baiknya, dan harapan kita kedepannya agar masyarakat lebih peduli dengan lingkungan demi menciptakan kehidupan yang nyaman dan sejahtera tanpa ada gangguan polusi," ujar Fadrizal Labay.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026