Bambang Soesatyo: Wujudkan zero COVID-19 agar ibadah haji 2020 terlaksana

id Berita hari ini, berita riau terbaaru,berita riau antara,corona

Bambang Soesatyo: Wujudkan zero COVID-19 agar ibadah haji 2020 terlaksana

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). (ANTARA/Aditya Pradana Putra/hp)

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak semua elemen masyarakat patuh dan konsisten menerapkan pembatasan sosial agar menurunkan jumlah pasien positif COVID-19 dan terwujudnya zero kasus di Indonesia sehingga pelaksanaan ibadah haji pada tahun ini bisa terlaksana.

Dia berharap pelaksanaan ibadah haji tahun ini tetap bisa berlangsung dan tidak terhalang pandemi COVID-19.

Baca juga: Pembatasan dilonggarkan, warga Arab Saudi mulai kembali penuhi pusat perbelanjaan dan pasar

"Keberhasilan masyarakat Indonesia memutus rantai penularan COVID-19 akan membuka akses bagi calon haji ke tanah suci, Mekah, pada tahun ini," kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Untuk memenuhi harapan para calon haji Indonesia, kata Bamsoet, tidak ada pilihan lain kecuali kerja lebih keras dan bersungguh-sungguh menurunkan jumlah pasien di dalam negeri, bahkan kalau bisa hingga ke level zero COVID-19.

Menurut dia, Kerajaan Arab Saudi telah melakukan survei persiapan pelaksanaan ibadah haji pada tahun ini. Survei dilaksanakan World Hajj and Umrah Convention (WHUC) di 25 negara pengirim calon haji, termasuk Indonesia.

Politikus Partai Golkar itu menilai survei tersebut bertujuan mendapatkan informasi tentang langkah atau kebijakan setiap negara mengendalikan dan mencegah penularan COVID-19.

"Survei yang sama juga ingin mengetahui kesiapan negara jika harus ada karantina sebelum perjalanan dan ketika tiba di Saudi," ujarnya.

Survei itu, menurut dia, memberi titik terang bagi pelaksanaan ibadah haji tahun ini setelah tidak menentu akibat pandemi global COVID-19.

"Arab Saudi akan membuka akses bagi calon haji Indonesia jika upaya memutus rantai penularan COVID-19 di dalam negeri menunjukkan kecenderungan yang makin positif," katanya.

Menurut dia, survei WHUC menjadi angin segar bagi ratusan ribu calon haji Indonesia yang sudah lama melakukan persiapan.

Ia menyebut kuota haji Indonesia pada tahun 2020 terdiri atas 203.320 kuota haji reguler dan 17.680 kuota haji khusus, termasuk 1 persen di antaranya atau 2.040 kuota khusus untuk lansia.

Bamsoet menilai momentum survei persiapan haji oleh Arab Saudi hendaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat, para ulama, dan tokoh agama untuk bahu-membahu bersama pemerintah untuk makin aktif mengajak umat untuk selalu patuh dan konsisten melaksanakan pembatasan sosial untuk memutus rantai penularan COVID-19.

Baca juga: Provinsi Hainan-Tiongkok donasikan sebanyak 50.000 masker medis untuk Bali

Baca juga: Santri asal Inhil Riau pulang dari Magetan positif COVID-19


Pewarta: Imam Budilaksono