15 Ormas Islam Riau sepakat tarawih di masjid dan mushala ditiadakan, begini penjelasannya

id Ramadhan,tarawih,penanganan corona di riau,jubir COVID-19 Riau,corona di riau,virus corona,COVID-19,Kemenang Riau,berita riau antara,berita riau terba

15 Ormas Islam Riau sepakat tarawih di masjid dan mushala ditiadakan, begini penjelasannya

Ilustrasi. Jamaah Tarekat Naqsabandiyah melaksanakan shalat tarawih malam pertama di Surau Baru, Pauh, Padang, Sumatera Barat, Rabu (22/4/2020). Tarekat Naqsabandiyah lebih dulu memulai berpuasa Ramadhan pada Kamis (23/4/2020) didasari penghitungan almanak dengan Metode Hisab Munjid yang telah digunakan secara turun temurun dan tetap melaksanakan shalat tarawih meski dalam masa pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wsj.

Pekanbaru (ANTARA) - Kementerian Agama Provinsi Riau bersama 15 Ormas Islam di daerah tersebut sepakat tidak melaksanakan shalat tarawih berjamaah di masjid dan mushala pada bulan Ramadhan, guna mencegah penyebaran COVID-19.

Kepala Kanwil Kemenag Riau, Mahyuddin, dalam pernyataan pers yang diterima ANTARA di Pekanbaru, Kamis, mengatakan kesepakatan itu merupakan hasil musyawarah bersama Ormas Islam Riau demi keselamatan umat agar terhindar dari wabah COVID-19. Surat kesepakatan tersebut turut ditandatangani oleh Gubernur Riau Syamsuar, dan pimpinan 15 Ormas Islam.

Pimpinan Ormas Islam yang ikut dalam kesepakatan di antaranya, Ittihadul Muballighin, Perti Riau, Bakomubin, DDII, DMI, IKADI, LDII, Mathala’ul Anwar, ICMI, IKMI, Syarikat Islam, Muhammadiyah Riau, PWNU Riau, serta MUI Riau.

Ia mengatakan intinya ada tujuh poin dalam kesepakatan tersebut, di antaranya pengurus masjid dan mushala diminta tetap mengumandangkan adzan dan iqomah sebagai tanda masuknya waktu shalat, namun tidak melaksanakan shalat berjamaah di masjid maupun mushala.

“Mendirikan shalat sunnah tawarih berjamaah bersama keluarga di rumah masing-masing,” katanya.

Kegiatan wirid dan pengajian disarankan untuk menggunakan fasilitas daring (online) agar tidak mengumpulkan massa. Selain itu, pawai takbir yang biasa dilakukan pada malam Lebaran diminta ditiadakan dan cukup di masjid dan rumah saja.

“Bagi para peziaran kubur jelang Ramadhan tidak diperkenankan mendatangi makam lebih dari lima orang,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara COVID-19 Riau dr. Indra Yovi Sp.P (K) menyatakan terdapat penambahan satu kasus positif COVID-19, sehingga total di Provinsi Riau terdapat 36 kasus positif.

“23 pasien masih dirawat, sembilan orang sehat dan sudah dipulangkan, dan empat meninggal dunia,” katanya.

Pasien ke-36 di Riau berinisial RR, yang merupakan warga Kota Dumai. Pasien berusia 37 tahun itu sudah diisolasi dan dirawat di RSUD Dumai. “Pasien RR merupakan hasil ‘tracing’ kontak erat dari pasien positif COVID-19 berinisial ME,” katanya.

Ia menjelaskan pasien positif ke-35 dan 36 di Riau merupakan klaster acara Pertemuan Tenaga Kesehatan Teladan di Dumai, yang dihadiri pasien ME sepulang dari Batam. Seluruh kontak erat dari ME sudah dilacak dan dilakukan “rapid test”.

“Hasil swab yang sudah keluar dan hasilnya positif adalah pasien 35 dan 36 ini,” katanya.

Baca juga: Hasil swab tiga mahasiswa Malaysia di Riau negatif COVID-19, begini penjelasannya

Baca juga: Cegah COVID-19, Superhero blusukan di pasar Pekanbaru bagikan masker

Baca juga: Alat uji PCR COVID-19 buatan dalam negeri siap diproduksi


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar