Logo Header Antaranews Riau

Titik Api Baru Bermunculan

Minggu, 4 September 2011 16:16 WIB
Image Print

Pekanbaru, 4/9 (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Provinsi Riau menyatakan bermunculan titik api baru di sebagian wilayah Sumatera terutama Sumatera Selatan sebanyak 21, dan Riau dua titik api, Minggu.

Analis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Riau di Pekanbaru, Yudhistira Mawaddah mengatakan selain bermunculan di Sumsel dan Riau, titik api atau "hotspot" juga terdeteksi di Jambi ada lima titik, Bangka Belitung empat, dan Lampung satu titik api.

"Total titik api baru di Sumatera hingga saat ini sebanyak 33 titik, dengan sebaran terbanyak di Sumsel," katanya.

Khusus di Riau, kata Yudhistira dua titik api terdeteksi oleh satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat, masing-masing berada di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

"Kemungkinan bertambahnya titik api di Sumatera khususnya Sumsel masih ada, mengingat cuaca hari ini hingga beberapa hari ke depan masih minim hujan," katanya.

Begitu pula untuk Riau, kata dia kemungkinan bertambahnya titik api masih tetap ada, meski sebagian Riau khususnya Riau bagian Tengah dan Selatan berkesempatan atau berkemungkinan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang," ujarnya.

Yudhistira menjelaskan, memasuki September tahun ini, sebagian besar Sumatra sebenarnya telah melalui masa transisi pancaroba atau perubahan iklim dari kemarau ke musim penghujan.

"Namun akibat beberapa peristiwa alam, masa transisi tersebut masih akan terus berlanjut hingga akhir September 2011," katanya.

Sejauh pantauan satelit cuaca, menurut Yudhistira peluang hujan untuk sebagian besar Sumatra khususnya Riau masih terus ada, namun dengan intensitas ringan.

"Kondisi tersebut sangat memungkinkan merangsang pertumbuhan titik api mengingat suhu udara yang panas masih tetap menyelimuti sebagian besar Sumatra termasuk Sumsel dan Riau," kata Yudhistira.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026