SUTM putus, listrik di Siak padam berjam-jam

id listrik siak padam, listrik siak, pln siak,berita siak

SUTM putus, listrik di Siak padam berjam-jam

Kondisi Kabel Saluran Udara Tegangan Menengah yang putus di Kerinci Kanan.(ANTARA/Bayu Agustari Adha)

SIAK, (ANTARA) - Aliran listrik padam di sejumlah wilayah Kabupaten Siak pada Sabtu sejak sekitar pukul 10.00 WIB diakibatkan putusnya kabel Saluran Udara Tegangan Menengah di Simpang Lima, Kecamatan Kerinci Kanan, dan saat ini masih dalam perbaikan.

"Masih pembenahan SUTM yang putus di Simpang Lima, arah menuju Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan," kata perwakilan PLN Unit Layanan Pelayanan (ULP) Siak Sri Indrapura, Heru Triwibowo.

Dikatakannya bahwa SUTM itu merupakan jaringan interkoneksi dari gardu induk di Kerinci dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Kotogasib. Pembangkit yang diresmikan tahu lalu itu memiliki daya 25 megawatt.

Sebelumnya untuk pasokan daya,PLN memastikan hal tersebut cukup sehingga kalau padam hal itu disebabkan gangguan.

"Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kami tetap bertugas untuk menjaga kehandalan pasokan energi listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Siak," ujarnya.

Lebih lanjut,Heru juga mengimbau masyarakat Siak agar memanfaatkan layanan PLN secara daring. Menurutnya, banyak kanal yang dapat diakses oleh masyarakat untuk tetap mendapatkan pelayanan tanpa harus datang langsung ke kantor PLN.

Meski begitu, pihaknya tetap memastikan pihaknya tetap melayani masyarakat secara langsung di Kantor PLN Siak. Pelayanan di kantor PLN Siak juga didukung oleh penyediaan masker, hand sanitizer, dan pengecekan suhu tubuh dengan infra red termometer bagi seluruh pegawai.

"Ini terkhusus bagi pegawai yang bekerja di frontliner seperti penerima tamu Layanan Teknik dan customerservices. Kita berupaya maksimal memberikan pelayanan dalam kondisi dan situasi seperti saat ini," tambahnya.

Baca juga: COVID-19 mewabah, PLN Siak pastikan pasokan dan pelayanan tetap terjaga

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar