
Bengkalis "Digerayangi" Kabut Asap Tebal

Dumai, 13/5 (ANTARA) - Sebagian besar wilayah di Kabupaten Bengkalis, Riau, sejak dua hari terakhir mulai diganggu kabut asap tebal yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan.
Seorang warga di Bengkalis, Isjah, Jumat, mengatakan, kabut asap tebal mulai muncul dan menggerayangi sebagian besar jalan-jalan utama dan komplek pemukiamn warga di sana pada malam hingga pagi hari.
Namun beranjak siang sekitar pukul 10.00 WIB, kata dia, kabut asap mulai terlihat menipis "ditelan" teriknya matahari dan tergeser oleh tiupan angin yang berhembus cukup kencang.
"Kabut asap ini juga terasa pedih di mata dan sesak nafas," kata Isjah.
Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis, H Zulfan Herri, menerangkan, dalam dua hari terakhir kualitas udara di wilayahnya memang cendrung menurun dari biasanya.
Secara kasat mata, terang dia, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dua hari ini diperkirakan berkisar 90-150 polutan standar indeks (PSI).
"Kondisi ini artinya kurang baik dan sudah selayaknya masyarakat mengurangi aktivitas luar rumah atau gedung guna terhindar dari berbagai penyakit seperti radang tenggorokan atau ISPA (infeksi saluran pernafasan akun)," katanya.
Kepala Seksi Pemantauan Kualitas Udara di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bengkalis, Suiswantoro, menyatakan di wilyahnya saat ini terdapat enam lokasi kebakaran hebat yang tersebar dibeberapa kawasan rawan terbakar.
Empat titik diantaranya yakni berada di Kecamatan Mandau dan Kecamatan Siak Kecil, serta dua lainnya yakni di Kecamatan Pinggir dan Bukit Batu.
"Kebaran lahan ini yang membuat sejumlah wilayah Bengkalis tertutup kabut asap, ditambah lagi dengan asap kiriman sisa kebakaran hutan dan lahan di Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hilir," kata Wantoro.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

