
BBM Langka, Tarif Angkot Naik

"Terpaksa tarif dinaikan karena sulit mendapatkan besin," kata seorang supir angkot, Ujang (35), di Pekanbaru, Senin.
Krisis kelangkaan BBM khususnya jenis premium di Riau makin parah sejak tiga hari lalu karena banyak SPBU kehabisan persediaan. Antrian pengendara di SPBU yang masih memiliki persediaan terus terlihat hingga mencapai ratusan meter.
Sebelumnya, Pertamina menyatakan krisis BBM di Riau disebabkan gangguan distribusi akibat keterlambatan kapal tanker di kilang Dumai.
Ia mengatakan terpaksa secara sepihak menaikan tarif untuk jarak dekat sebesar 20 persen dan tarif jarak jauh 25 persen. Misalnya, tarif angkot tujuan Pasar Arengka tujuan Panam yang sebelumnya Rp2.500/orang, kini naik menjadi Rp3.000/orang.
"Sejauh ini belum ada warga yang komplain," ujarnya.
Sementara itu, ada juga pengusaha angkot yang memilih tidak berusaha selama kelangkaan BBM terjadi di Pekanbaru. Seorang pemilik angkot, Siahaan (40), dua unit angkotnya tidak beroperasi selama tiga hari terakhir akibat kelangkaan BBM.
Ia juga tak mau mengambil resiko membeli bensin di eceran kaki lima karena harganya sudah Rp10.000-Rp15.000/liter, karena biaya operasional bakal membengkak.
Sedangkan, untuk mendapat bensi di SPBU harus antri berjam-jam sehingga supir angkot kehabisan waktu untuk mencari penumpang.
"Lebih baik libur dulu sementara waktu daripada rugi," katanya.
Ketua DPC Organda Pekanbaru Syaiful Alam meminta pihak SPBU mengutamakan angkutan umum menyusul terjadinya kelangkaan BBM. Sebabnya, kelangkaan BBM membuat pengusaha angkot kesulitan mengoperasikan kendaraan.
"Organda meminta SPBU untuk mengutamakan angkutan kota yang berbahan bakar premium," katanya.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

