Logo Header Antaranews Riau

19 Kelurahan Di Dumai Endemik DBD

Kamis, 20 Januari 2011 14:41 WIB
Image Print

Dumai, 20/1 (ANTARA) - Didasarkan data Dinas Kesehatan Kota Dumai, Riau, sebanyak 19 kelurahan di dua kecamatan merupakan kawasan atau daerah endemik demam berdarah dengue sehingga diperlukan sanitasi lingkungan yang baik serta kesadaran warga untuk hidup bersih.

Kepala Dinkes Dumai, Marjoko Santoso, Kamis, mengatakan, kondisi diatas telah membuat di daerah itu penderita DBD tergolong tinggi dengan jumlah penderita yang terdata lebih dari 100 orang.

Ke-19 kelurahan endemik DBD tersebut terbagi atas delapan kelurahan di Kecamatan Dumai Timur meliputi Kelurahan Bintan, Bukit Batrem, Buluh Kasap, Dumai Kota, Jaya Mukti, Sukajadi, Tanjung Palas, dan Kelurahan Teluk Binjai.

Selanjutnya ada sebelas kelurahan di Kecamatan Dumai Barat meliputi Kelurahan Bukit Datuk, Bagan Keladi, Bumi Ayu, Bukit Timah, Mekar Sari, Laksamana, Purnama, Ratu Sima, Pangkalan Sesai, Rimba Sekampung, dan Kelurahan Darul Ichsan.

Jumlah tersebut kata Marjoko kondisinya mencapai lebih dari 12 persen atas kasus DBD yang muncul di seluruh wilayah Provinsi Riau.

Menurut Marjoko, serangan DBD menempati urutan kelima dari penyakit-penyakit lain yang membahayakan jiwa manusia.

Untuk itu dalam penanganan yang paling baik menurut dia yakni mencegahnya sebelum musim penyebaran atas penyakit yang dapat mematikan itu tiba.

"Seperti yang kita lakukan baru-baru ini, yakni penyemprotan anti nyamuk dengan menggunakan fogging. Penyemprotan ini dilakukan sejak akhir Desember 2010 lalu hingga pertengahan Januari 2011 dengan tujuan pokok adalah kawasan atau daerah endemik," paparnya.

Selain penyemprotan massal kata Marjoko Dinkes juga melakukan sosialisasi langsung ketengah masyarakat di 19 kelurahan endemik untuk mewaspadai penyebaran DBD dengan cara hidup bersih dan sehat.

"Kiat yang kita berikan sama saja, yakni penerapan tiga M, membersihkan, menguras, dan menutup tempat atau wadah yang dapat menampung air," ujarnya.

"Sosialisasi ini akan terus kita lakukan setiap tiga bulan sekali dengan disertai pembagian bubuk anti nyamuk dan jentik-jentik," tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Dumai dr Agus Widayat berencana akan mengumpulkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) untuk kemudian mengalokasikannya kesejumlah kegiatan sosial pemerintah termasuk dalam pencegahan DBD.

Langkah tersebut diambil Pemko Dumai karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Dumai pada 2011 sangat minim dan belum mampu mendanai berbagai kegiatan terkait kesehatan.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026