Logo Header Antaranews Riau

DPR Kritik Kebun Sawit Riau Kerap Terbakar

Senin, 29 November 2010 20:08 WIB
Image Print

Pekanbaru, 29/11 (ANTARA) - DPR Komisi IV bidang pertanian dan kehutanan mengkritik kinerja Pemerintah Provinsi Riau yang membiarkan ratusan hektare kebun kelapa sawit untuk program pemberdayaan rakyat yang kerap terbakar setiap musim kemarau.

"Program kelapa sawit sudah bagus tapi implementasinya lemah," kata anggota Komisi IV DPR Nurliah kepada ANTARA disela kunjungan kerja di Pekanbaru, Senin.

Anggota dewan dari daerah pemilihan Provinsi Riau itu mengatakan sawit untuk rakyat dalam program Kemiskinan, Kebodohan dan Infrastruktur (K2I) awalnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Program itu mendapat anggaran yang cukup besar setiap tahun, namun terkesan menjadi mubazir apabila Pemprov Riau tidak melakukan pengawasan yang tepat.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau Fadrizal Labay mengatakan, ada sekitar 900 hektare perkebunan kelapa sawit di Riau hancur akibat kebakaran lahan gambut pada tahun ini.

Menurut dia, kerusakan paling besar melanda kebun K2I yakni mencapai 500 hektare.

"Lokasi kebun sawit K2I yang paling banyak terbakar berada di Kabupaten Bengkalis pada bulan Oktober lalu," ujarnya.

Namun, ia mengatakan belum bisa memastikan apakah kebakaran kebun sawit program pemerintah daerah itu terjadi karena disengaja atau tidak. Menurut dia, proses penyelidikan masih berlangsung.

"Sekarang diserahkan pada proses hukum untuk menyelidiki apakah kebakaran di kebun sawit K2I disengaja atau tidak," kata Fadrizal.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026