Ketua DPR Korsel berbagi pengalaman pindah ibu kota saat bertemu Puan Maharani
Rabu, 23 Maret 2022 12:58 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani (kiri) dan Ketua DPR Korea Selatan Park Byeong-seug (kanan) berfoto usai bertukar cindera mata pada pertemuan bilateral yang digelar di sela-sela Sidang Majelis Ke-144 IPU di BICC, Nusa Dua, Bali, Selasa (22/3/2022). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi.)
Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Korea Selatan Park Byeong-seug berbagi pengalaman memindahkan ibu kota administrasinya dalam pertemuan bilateral dengan Ketua DPR Republik Indonesia (RI) Puan Maharani di sela-sela Sidang Majelis Ke-144 IPU di Bali.
Dalam pertemuan itu, Park Byeong-seug menyampaikan kesiapannya memfasilitasi Indonesia jika ingin mempelajari kajian-kajian perpindahan ibu kota administrasi Korea Selatan dari Seoul ke Sejong.
"Korea siap memfasilitasi kajian-kajian terkait perpindahan ibu kota. Bapak Ketua Parlemen mengundang kami untuk datang dan menyatakan akan menyiapkan data kajian perpindahan ibu kota jika dibutuhkan,” kata Puan dari keterangan resminya yang diterima di Nusa Dua, Bali, Rabu.
Ketua DPR RI juga mengundang Korsel melalui ketua parlemennya untuk ikut berinvestasi dalam pembangunan ibu kota negara (IKN) baru Indonesia di Kalimantan Timur.
Baca juga: Ketua DPR RI Puan Maharani ucapkan belasungkawa jatuhnya China Eastern Airlines
"Saya menawarkan dan mereka mempertimbangkan. Untuk negara-negara lain pun apa secara diplomasi mereka kemudian akan menjajaki kemungkinan-kemungkinan investasi tersebut,” terang Puan menjawab pertanyaan ANTARA usai pertemuan di Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua, Bali.
Ketua DPR Korsel, dalam pertemuan bilateral yang digelar Selasa (22/3), lanjut mengingatkan Ketua DPR RI pemindahan ibu kota butuh dukungan politik yang kuat dari seluruh pihak.
"Saya bisa menangkap mereka berusaha mengatakan dalam suatu pemindahan ibu kota negara itu harus dilakukan dengan strategi dan mapping (pemetaan, Red.) yang cukup kuat serta dengan dukungan politik menyeluruh sehingga pembangunan tak hanya bisa dilakukan secara cepat tetapi harus juga berkesinambungan,” terang Puan.
Delegasi Indonesia lainnya yang mendampingi Puan, Irine Yusiana Roba lanjut menyampaikan Parlemen Korsel turut mengapresiasi iklim investasi Indonesia yang kondusif.
"Korea juga merasa senang karena Indonesia punya iklim investasi yang sehat makanya mereka investasi besar-besaran di Indonesia karena menganggap Indonesia aman untuk investasi,” kata Irine, anggota BKSAP DPR RI.
Tidak hanya bertemu Parlemen Korsel, Puan, yang mewakili DPR RI, juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Parlemen Liga Arab dan Bahrain.
Dalam pertemuan dengan Parlemen Liga Arab, Puan menyoroti pentingnya isu perubahan iklim dan keterwakilan perempuan dalam politik.
"Indonesia mengapresiasi langkah progresif Parlemen Liga Arab melibatkan perempuan dan perhatian mereka terhadap isu pemberdayaan perempuan,” kata Puan.
Ia lanjut mengusulkan dua pihak membentuk Grup Kerja Sama Bilateral antara DPR RI dan Parlemen Liga Arab.
Sementara itu, Puan dalam pertemuan bersama Ketua Parlemen Bahrain Fawzia Bint Abdullah Zainal meminta adanya peningkatan kerja sama di berbagai bidang, khususnya perdagangan.
"Nilai perdagangan antara Indonesia dan Bahrain adalah yang paling kecil dibandingkan dengan anggota Gulf Cooperation Council (GCC) lainnya. Saya mendorong terus ditingkatkan,” terang Puan.
Baca juga: Puan dorong forum parlemen internasional tolak agenda unilateralisme
Dalam pertemuan itu, Park Byeong-seug menyampaikan kesiapannya memfasilitasi Indonesia jika ingin mempelajari kajian-kajian perpindahan ibu kota administrasi Korea Selatan dari Seoul ke Sejong.
"Korea siap memfasilitasi kajian-kajian terkait perpindahan ibu kota. Bapak Ketua Parlemen mengundang kami untuk datang dan menyatakan akan menyiapkan data kajian perpindahan ibu kota jika dibutuhkan,” kata Puan dari keterangan resminya yang diterima di Nusa Dua, Bali, Rabu.
Ketua DPR RI juga mengundang Korsel melalui ketua parlemennya untuk ikut berinvestasi dalam pembangunan ibu kota negara (IKN) baru Indonesia di Kalimantan Timur.
Baca juga: Ketua DPR RI Puan Maharani ucapkan belasungkawa jatuhnya China Eastern Airlines
"Saya menawarkan dan mereka mempertimbangkan. Untuk negara-negara lain pun apa secara diplomasi mereka kemudian akan menjajaki kemungkinan-kemungkinan investasi tersebut,” terang Puan menjawab pertanyaan ANTARA usai pertemuan di Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua, Bali.
Ketua DPR Korsel, dalam pertemuan bilateral yang digelar Selasa (22/3), lanjut mengingatkan Ketua DPR RI pemindahan ibu kota butuh dukungan politik yang kuat dari seluruh pihak.
"Saya bisa menangkap mereka berusaha mengatakan dalam suatu pemindahan ibu kota negara itu harus dilakukan dengan strategi dan mapping (pemetaan, Red.) yang cukup kuat serta dengan dukungan politik menyeluruh sehingga pembangunan tak hanya bisa dilakukan secara cepat tetapi harus juga berkesinambungan,” terang Puan.
Delegasi Indonesia lainnya yang mendampingi Puan, Irine Yusiana Roba lanjut menyampaikan Parlemen Korsel turut mengapresiasi iklim investasi Indonesia yang kondusif.
"Korea juga merasa senang karena Indonesia punya iklim investasi yang sehat makanya mereka investasi besar-besaran di Indonesia karena menganggap Indonesia aman untuk investasi,” kata Irine, anggota BKSAP DPR RI.
Tidak hanya bertemu Parlemen Korsel, Puan, yang mewakili DPR RI, juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Parlemen Liga Arab dan Bahrain.
Dalam pertemuan dengan Parlemen Liga Arab, Puan menyoroti pentingnya isu perubahan iklim dan keterwakilan perempuan dalam politik.
"Indonesia mengapresiasi langkah progresif Parlemen Liga Arab melibatkan perempuan dan perhatian mereka terhadap isu pemberdayaan perempuan,” kata Puan.
Ia lanjut mengusulkan dua pihak membentuk Grup Kerja Sama Bilateral antara DPR RI dan Parlemen Liga Arab.
Sementara itu, Puan dalam pertemuan bersama Ketua Parlemen Bahrain Fawzia Bint Abdullah Zainal meminta adanya peningkatan kerja sama di berbagai bidang, khususnya perdagangan.
"Nilai perdagangan antara Indonesia dan Bahrain adalah yang paling kecil dibandingkan dengan anggota Gulf Cooperation Council (GCC) lainnya. Saya mendorong terus ditingkatkan,” terang Puan.
Baca juga: Puan dorong forum parlemen internasional tolak agenda unilateralisme
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor : Vienty Kumala
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Maknai Hari Kartini, Adrias Hariyanto ajak perempuan Riau berkarya lewat zapin dan songket
21 April 2026 20:07 WIB
Trump Umumkan Israel-Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari, Berlaku Kamis
17 April 2026 11:03 WIB
Api karhutla dekati pemukiman warga di Bengkalis, Manggala Agni menghalau malam hari
08 April 2026 12:32 WIB
Tim Manggala Agni menginap empat hari di pondok warga demi padamkan karhutla di Rupat Bengkalis
02 April 2026 16:35 WIB
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Jeruji tak halangi produktivitas, warga binaan Lapas Selatpanjang panen perdana
15 April 2026 19:38 WIB
Imigrasi Selatpanjang hadirkan program Limau di Rangsang Barat, permudah akses warga kepulauan
11 March 2026 10:21 WIB
Pantau persiapan lebaran, Wabup Muzamil pastikan sembako, BBM dan jalur mudik di Meranti aman
07 March 2026 11:25 WIB
Bupati Asmar dan Wabup Muzamil pimpin korve di titik strategis Selatpanjang
14 February 2026 15:51 WIB
Jelang ramadan, Bupati Asmar pastikan harga dan stok sembako di Meranti tetap aman
14 February 2026 15:36 WIB
Razia mendadak di Lapas Selatpanjang, petugas sita barang berpotensi bahaya dari kamar WBP
13 February 2026 11:58 WIB