Jepang berencana gandakan sumbangan vaksin COVID-19 untuk negara lain
Kamis, 23 September 2021 11:24 WIB
Foto udara menunjukkan pesawat All Nippon Airways (ANA), yang membawa vaksin virus corona (COVID-19) buatan Pfizer Inc. gelombang pertama tiba di Bandara Narita dari Brussels, di Narita, Tokyo, Jepang, Jumat (12/2/2021) (ANTARA/Mandatory credit Kyodo/via REUTERS/KYODO)
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Jepang berencana memberikan 60 juta dosis vaksin COVID-19 kepada sejumlah negara lain, kata Perdana Menteri Yoshihide Suga pada Kamis.
Jumlah itu naik dua kali lipat dari target 30 juta dosis vaksin yang telah dijanjikan sebelumnya.
"Saat ini, dengan senang hati saya umumkan bahwa, dengan kontribusi tambahan, Jepang akan menyediakan total hingga 60 juta dosis vaksin," kata Suga melalui rekaman pesan video di KTT Global COVID-19 yang diselenggarakan oleh AS.
Baca juga: Presiden AS Joe Biden akan jamu pemimpin Australia, India, Jepang di Gedung Putih
Dari 30 juta dosis pertama, Jepang telah menyediakan sekitar 23 juta dosis untuk sebagian besar negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam dan Indonesia.
Peluncuran vaksin COVID-19 di Jepang mulanya tertinggal dari negara-negara industri lainnya. Namun sekarang 55 persen dari populasi mereka telah mendapatkan vaksinasi lengkap, hampir setara dengan Amerika Serikat.
Baca juga: PM Jepang Yoshihide Suga sebut uji coba rudal balistik Korut "keterlaluan"
Awal September ini Suga secara mengejutkan menyatakan bahwa dirinya akan mundur sebagai perdana menteri Jepang.
Pengumuman yang mengagetkan itu mengakhiri masa jabatan satu tahun Suga, yang melihat dukungan untuk dirinya merosot karena lonjakan kasus COVID-19.
Baca juga: Kandidat PM Jepang Kishida serukan paket stimulus Rp3,8 kuadriliun lebih
Sumber: Reuters
Jumlah itu naik dua kali lipat dari target 30 juta dosis vaksin yang telah dijanjikan sebelumnya.
"Saat ini, dengan senang hati saya umumkan bahwa, dengan kontribusi tambahan, Jepang akan menyediakan total hingga 60 juta dosis vaksin," kata Suga melalui rekaman pesan video di KTT Global COVID-19 yang diselenggarakan oleh AS.
Baca juga: Presiden AS Joe Biden akan jamu pemimpin Australia, India, Jepang di Gedung Putih
Dari 30 juta dosis pertama, Jepang telah menyediakan sekitar 23 juta dosis untuk sebagian besar negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam dan Indonesia.
Peluncuran vaksin COVID-19 di Jepang mulanya tertinggal dari negara-negara industri lainnya. Namun sekarang 55 persen dari populasi mereka telah mendapatkan vaksinasi lengkap, hampir setara dengan Amerika Serikat.
Baca juga: PM Jepang Yoshihide Suga sebut uji coba rudal balistik Korut "keterlaluan"
Awal September ini Suga secara mengejutkan menyatakan bahwa dirinya akan mundur sebagai perdana menteri Jepang.
Pengumuman yang mengagetkan itu mengakhiri masa jabatan satu tahun Suga, yang melihat dukungan untuk dirinya merosot karena lonjakan kasus COVID-19.
Baca juga: Kandidat PM Jepang Kishida serukan paket stimulus Rp3,8 kuadriliun lebih
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Vienty Kumala
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Trump Umumkan Israel-Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari, Berlaku Kamis
17 April 2026 11:03 WIB
Api karhutla dekati pemukiman warga di Bengkalis, Manggala Agni menghalau malam hari
08 April 2026 12:32 WIB
Tim Manggala Agni menginap empat hari di pondok warga demi padamkan karhutla di Rupat Bengkalis
02 April 2026 16:35 WIB
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Jeruji tak halangi produktivitas, warga binaan Lapas Selatpanjang panen perdana
15 April 2026 19:38 WIB
Imigrasi Selatpanjang hadirkan program Limau di Rangsang Barat, permudah akses warga kepulauan
11 March 2026 10:21 WIB
Pantau persiapan lebaran, Wabup Muzamil pastikan sembako, BBM dan jalur mudik di Meranti aman
07 March 2026 11:25 WIB
Bupati Asmar dan Wabup Muzamil pimpin korve di titik strategis Selatpanjang
14 February 2026 15:51 WIB
Jelang ramadan, Bupati Asmar pastikan harga dan stok sembako di Meranti tetap aman
14 February 2026 15:36 WIB
Razia mendadak di Lapas Selatpanjang, petugas sita barang berpotensi bahaya dari kamar WBP
13 February 2026 11:58 WIB