Ahli epidemiologi : PPKM Darurat perlu diperpanjang
Selasa, 20 Juli 2021 22:16 WIB
Pemkab Belitung Timur menerapkan PPKM darurat, menyikapi terus meningkatkanya kasus COVID-19, Selasa (20/7/2021). (ANTARA/Ahmadi)
Jakarta (ANTARA) - Epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat perlu diperpanjang mengingat angka penularan COVID-19 yang masih tinggi di Tanah Air.
"Hari ini saja ada kenaikan kasus terkonfirmasi positif mencapai 38.325 kasus dan kasus aktif mencapai 550.192, baik yang bergejala ringan, sedang, maupun berat," katanya melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa malam.
Menurut Tri, di antara masyarakat yang kini menjalani isolasi mandiri, banyak juga yang harus menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit.
Meski angka keterisian tempat tidur perawatan pasien di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) sudah mulai menurun, kata Tri, namun masih ada rumah sakit yang penuh karena merawat pasien COVID-19 yang harus menjalani perawatan.
"Yang sedang sakit banyak, kalau PPKM Darurat tidak dilanjutkan, sama saja mengancam keselamatan masyarakat," katanya.
Tri khawatir jika PPKM Darurat tidak diperpanjang, maka kasus baru juga tidak dapat dikendalikan.
"Saya tidak sependapat dengan anggapan yang menyebut PPKM Darurat tidak efektif. Saat ini yang terpenting adalah menyelamatkan masyarakat," katanya.
Dia meminta partisipasi masyarakat jika PPKM Darurat diperpanjang, sebab partisipasi aktif seluruh komponen bangsa amat diperlukan.
"PPKM ini tidak akan berarti tanpa peran serta masyarakat. Sudah bukan waktunya mengedepankan kepentingan masing-masing," katanya.*
"Hari ini saja ada kenaikan kasus terkonfirmasi positif mencapai 38.325 kasus dan kasus aktif mencapai 550.192, baik yang bergejala ringan, sedang, maupun berat," katanya melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa malam.
Menurut Tri, di antara masyarakat yang kini menjalani isolasi mandiri, banyak juga yang harus menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit.
Meski angka keterisian tempat tidur perawatan pasien di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) sudah mulai menurun, kata Tri, namun masih ada rumah sakit yang penuh karena merawat pasien COVID-19 yang harus menjalani perawatan.
"Yang sedang sakit banyak, kalau PPKM Darurat tidak dilanjutkan, sama saja mengancam keselamatan masyarakat," katanya.
Tri khawatir jika PPKM Darurat tidak diperpanjang, maka kasus baru juga tidak dapat dikendalikan.
"Saya tidak sependapat dengan anggapan yang menyebut PPKM Darurat tidak efektif. Saat ini yang terpenting adalah menyelamatkan masyarakat," katanya.
Dia meminta partisipasi masyarakat jika PPKM Darurat diperpanjang, sebab partisipasi aktif seluruh komponen bangsa amat diperlukan.
"PPKM ini tidak akan berarti tanpa peran serta masyarakat. Sudah bukan waktunya mengedepankan kepentingan masing-masing," katanya.*
Pewarta : Andi Firdaus
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cuaca kering, lima kabupaten/kota di Riau sudah tetapkan status siaga darurat karhutla
05 March 2026 18:32 WIB
Pemprov Riau tetapkan status siaga darurat karhutla hingga 30 November 2026
13 February 2026 19:31 WIB
Pemkab Pelalawan sudah tetapkan status siaga darurat karhutla, Bengkalis menyusul
13 February 2026 11:49 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Hybrid Sunscreen: Perlindungan Maksimal untuk Kulit + Rekomendasi Produk Terbaik
15 January 2026 15:56 WIB
Kombinasi Omega-3 dan Olahraga, Rahasia Jaga Kesehatan Mulut Lebih Optimal
20 October 2025 11:19 WIB
Ahli Ungkap Manfaat Campuran Buah dan Susu untuk Kesehatan Pencernaan dan Jantung
16 June 2025 11:46 WIB
Jangan Salah Kaprah! Suplemen Serat Bisa Memburukkan Sembelit Jika Tanpa Air yang Cukup
12 June 2025 17:00 WIB
Dokter tekankan pentingnya melakukan aktivitas fisik agar lansia tetap produktif
27 May 2025 14:36 WIB