Menkeu Sri Mulyani ingin pejabat Kemenkeu bagikan pengalaman lewat buku
Senin, 26 Oktober 2020 12:17 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara bedah buku berjudul "Treasury Indonesia: Modernisasi Pengelolaan Perbendaharaan Berkelas Dunia" di Jakarta, Senin (26/10/2020). (ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menginginkan para pejabat Kementerian Keuangan membagikan ilmu dan pengalamannya terkait pengelolaan keuangan negara melalui buku, sehingga dapat dibaca oleh masyarakat.
"Saya betul-betul menginginkan para pejabat Kemenkeu menuangkan dalam berbagai macam buku dan sharing pengalaman," katanya dalam acara bedah buku "Treasury Indonesia: Modernisasi Pengelolaan Perbendaharaan Berkelas Dunia" di Jakarta, Senin.
Baca juga: Bambang Soesatyo minta Menkeu jelaskan pemanfaatan utang luar negeri Indonesia
Sri Mulyani berharap Kemenkeu mengikuti jejak Marwanto Harjowiryono yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan dan merupakan penulis buku "Treasury Indonesia: Modernisasi Pengelolaan Perbendaharaan Berkelas Dunia".
Menurut dia, ilmu dan pengalaman dari seorang pejabat negara akan mengikuti jejak karirnya sehingga jika pejabat tersebut pensiun, maka ilmu dan pengalamannya terhadap bidang yang digeluti turut berhenti.
"Ilmu yang menempel pada pejabatnya, kalau pejabatnya sudah hilang atau pensiun, maka ilmu yang sebagian banyak bersifat pasif knowledge itu juga ikut pensiun," katanya.
Oleh sebab itu, Sri Mulyani menuturkan buku dan seminar merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengabadikan ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh seorang pejabat.
"Padahal, seharusnya ilmu itu tidak boleh pensiun. Ilmu harus terus berkembang," tegasnya.
Tak hanya itu, ia menyebutkan bahwa Kemenkeu pun saat ini memiliki dan sedang menjalankan program corporate university dalam rangka membagikan ilmu keuangan negara kepada masyarakat.
Ia mengatakan para pejabat Kemenkeu merupakan produser dari setiap ilmu yang dibagikan dalam program tersebut.
"Ilmu mengenai keuangan negara dan pemegang serta produsen ilmu ini tidak boleh kemudian ilmunya tidak di-capture, tidak ditangkap, tidak kemudian dibagikan," tegasnya.
Sri Mulyani menyatakan program ini merupakan salah satu langkah pemerintah dalam melakukan reformasi keuangan negara yaitu mendorong masyarakat khususnya generasi muda untuk sepenuhnya memahami mengenai keuangan negara.
"Ini yang sekarang kami giatkan di dalam berbagai macam cara Kemenkeu untuk terus meng-capture ilmu yang muncul dalam kita melaksanakan suatu reformasi di bidang keuangan negara," ujarnya.
Baca juga: Menkeu Sri Mulyani pastikan dana PEN dukung aktivitas pesantren saat pandemi
Baca juga: Menkeu Sri Mulyani: Sebanyak 12 ribu desa belum tersambung internet
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
"Saya betul-betul menginginkan para pejabat Kemenkeu menuangkan dalam berbagai macam buku dan sharing pengalaman," katanya dalam acara bedah buku "Treasury Indonesia: Modernisasi Pengelolaan Perbendaharaan Berkelas Dunia" di Jakarta, Senin.
Baca juga: Bambang Soesatyo minta Menkeu jelaskan pemanfaatan utang luar negeri Indonesia
Sri Mulyani berharap Kemenkeu mengikuti jejak Marwanto Harjowiryono yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan dan merupakan penulis buku "Treasury Indonesia: Modernisasi Pengelolaan Perbendaharaan Berkelas Dunia".
Menurut dia, ilmu dan pengalaman dari seorang pejabat negara akan mengikuti jejak karirnya sehingga jika pejabat tersebut pensiun, maka ilmu dan pengalamannya terhadap bidang yang digeluti turut berhenti.
"Ilmu yang menempel pada pejabatnya, kalau pejabatnya sudah hilang atau pensiun, maka ilmu yang sebagian banyak bersifat pasif knowledge itu juga ikut pensiun," katanya.
Oleh sebab itu, Sri Mulyani menuturkan buku dan seminar merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengabadikan ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh seorang pejabat.
"Padahal, seharusnya ilmu itu tidak boleh pensiun. Ilmu harus terus berkembang," tegasnya.
Tak hanya itu, ia menyebutkan bahwa Kemenkeu pun saat ini memiliki dan sedang menjalankan program corporate university dalam rangka membagikan ilmu keuangan negara kepada masyarakat.
Ia mengatakan para pejabat Kemenkeu merupakan produser dari setiap ilmu yang dibagikan dalam program tersebut.
"Ilmu mengenai keuangan negara dan pemegang serta produsen ilmu ini tidak boleh kemudian ilmunya tidak di-capture, tidak ditangkap, tidak kemudian dibagikan," tegasnya.
Sri Mulyani menyatakan program ini merupakan salah satu langkah pemerintah dalam melakukan reformasi keuangan negara yaitu mendorong masyarakat khususnya generasi muda untuk sepenuhnya memahami mengenai keuangan negara.
"Ini yang sekarang kami giatkan di dalam berbagai macam cara Kemenkeu untuk terus meng-capture ilmu yang muncul dalam kita melaksanakan suatu reformasi di bidang keuangan negara," ujarnya.
Baca juga: Menkeu Sri Mulyani pastikan dana PEN dukung aktivitas pesantren saat pandemi
Baca juga: Menkeu Sri Mulyani: Sebanyak 12 ribu desa belum tersambung internet
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vienty Kumala
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Maknai Hari Kartini, Adrias Hariyanto ajak perempuan Riau berkarya lewat zapin dan songket
21 April 2026 20:07 WIB
Trump Umumkan Israel-Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari, Berlaku Kamis
17 April 2026 11:03 WIB
Api karhutla dekati pemukiman warga di Bengkalis, Manggala Agni menghalau malam hari
08 April 2026 12:32 WIB
Tim Manggala Agni menginap empat hari di pondok warga demi padamkan karhutla di Rupat Bengkalis
02 April 2026 16:35 WIB
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Jeruji tak halangi produktivitas, warga binaan Lapas Selatpanjang panen perdana
15 April 2026 19:38 WIB
Imigrasi Selatpanjang hadirkan program Limau di Rangsang Barat, permudah akses warga kepulauan
11 March 2026 10:21 WIB
Pantau persiapan lebaran, Wabup Muzamil pastikan sembako, BBM dan jalur mudik di Meranti aman
07 March 2026 11:25 WIB
Bupati Asmar dan Wabup Muzamil pimpin korve di titik strategis Selatpanjang
14 February 2026 15:51 WIB
Jelang ramadan, Bupati Asmar pastikan harga dan stok sembako di Meranti tetap aman
14 February 2026 15:36 WIB
Razia mendadak di Lapas Selatpanjang, petugas sita barang berpotensi bahaya dari kamar WBP
13 February 2026 11:58 WIB