Wapres Ma'ruf Amin harap PTN terbitkan penelitian yang bernilai komersial tinggi
Kamis, 15 Oktober 2020 15:46 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-63 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang secara daring dari rumah dinas wapres di Jakarta, Kamis (15/10/2020). (Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres)
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap perguruan tinggi negeri (PTN) dapat mencetak peneliti dan menerbitkan hasil penelitian akademis dengan nilai komersial tinggi, sehingga dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
"Saya memandang bahwa salah satu tugas utama perguruan tinggi adalah membantu mencetak tenaga-tenaga peneliti yang mampu melakukan riset yang bermanfaat dan memiliki nilai komersial yang tinggi," kata Ma'ruf Amin saat menyampaikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis ke-63 Universitas Diponegoro (Undip) secara daring di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Ma'ruf Amin ingatkan jika keberatan UU Cipta Kerja, jangan buat kegaduhan
Riset yang berkualitas berpengaruh pada inovasi, kata Ma'ruf. Riset merupakan upaya sistematis untuk menggali pengetahuan baru dengan memanfaatkan pengetahuan yang ada dengan cara lebih baik, jelasnya.
"Sementara inovasi adalah hasil akhir dari berbagai upaya yang kita lakukan, termasuk dari aktivitas riset," tukasnya.
Perbandingan alokasi anggaran riset dengan produk domestik bruto (PDB), lanjut Ma'ruf, menjadi salah satu indikator keberhasilan riset di suatu negara. Dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia termasuk rendah dalam hal pengalokasian anggaran riset.
"Indonesia sendiri meskipun telah mencatat kenaikan lebih dari 150 persen dari tahun 2013, anggaran riset kita masih di bawah 0,3 persen dari PDB pada tahun 2019," katanya.
Singapura dan Malaysia memiliki alokasi anggaran riset cukup besar, yakni 2,6 persen dan 1,3 persen, dibandingkan dengan PDB mereka. Sementara di tingkat Asia, Korea Selatan dan Jepang masih lebih tinggi dengan alokasi dana riset dan pengembangan (research and developmenti) sebesar 4,3 persen dan 3,5 persen dari PDB.
Pemerintah pun terus berupaya meningkatkan alokasi anggaran riset dan pengembangan di Indonesia, kata Ma'ruf. Namun, kemampuan sumber daya manusia riset di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan Vietnam.
"Sekedar memberikan perbandingan antara Indonesia dan Vietnam, dua negara ASEAN yang sama-sama saat ini menjadi tujuan utama investasi asing, jumlah sumber daya peneliti Indonesia hanya 89 orang per 1.000.000 penduduk, dibandingkan Vietnam yang mencapai 673 per 1.000.000 penduduk," jelasnya.
Oleh karena itu, Wapres berharap seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk dapat mendorong para akademisinya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian.
"Oleh karena itu, saya mengharapkan agar Undip dapat mengambil peran tersebut secara lebih efektif," ujarnya.
Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin katakan Omnibus Law tingkatkan daya saing Indonesia di tingkat global
Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin: Kualitas pendidikan di Indonesia belum seragam
Pewarta: Fransiska Ninditya
"Saya memandang bahwa salah satu tugas utama perguruan tinggi adalah membantu mencetak tenaga-tenaga peneliti yang mampu melakukan riset yang bermanfaat dan memiliki nilai komersial yang tinggi," kata Ma'ruf Amin saat menyampaikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis ke-63 Universitas Diponegoro (Undip) secara daring di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Ma'ruf Amin ingatkan jika keberatan UU Cipta Kerja, jangan buat kegaduhan
Riset yang berkualitas berpengaruh pada inovasi, kata Ma'ruf. Riset merupakan upaya sistematis untuk menggali pengetahuan baru dengan memanfaatkan pengetahuan yang ada dengan cara lebih baik, jelasnya.
"Sementara inovasi adalah hasil akhir dari berbagai upaya yang kita lakukan, termasuk dari aktivitas riset," tukasnya.
Perbandingan alokasi anggaran riset dengan produk domestik bruto (PDB), lanjut Ma'ruf, menjadi salah satu indikator keberhasilan riset di suatu negara. Dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia termasuk rendah dalam hal pengalokasian anggaran riset.
"Indonesia sendiri meskipun telah mencatat kenaikan lebih dari 150 persen dari tahun 2013, anggaran riset kita masih di bawah 0,3 persen dari PDB pada tahun 2019," katanya.
Singapura dan Malaysia memiliki alokasi anggaran riset cukup besar, yakni 2,6 persen dan 1,3 persen, dibandingkan dengan PDB mereka. Sementara di tingkat Asia, Korea Selatan dan Jepang masih lebih tinggi dengan alokasi dana riset dan pengembangan (research and developmenti) sebesar 4,3 persen dan 3,5 persen dari PDB.
Pemerintah pun terus berupaya meningkatkan alokasi anggaran riset dan pengembangan di Indonesia, kata Ma'ruf. Namun, kemampuan sumber daya manusia riset di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan Vietnam.
"Sekedar memberikan perbandingan antara Indonesia dan Vietnam, dua negara ASEAN yang sama-sama saat ini menjadi tujuan utama investasi asing, jumlah sumber daya peneliti Indonesia hanya 89 orang per 1.000.000 penduduk, dibandingkan Vietnam yang mencapai 673 per 1.000.000 penduduk," jelasnya.
Oleh karena itu, Wapres berharap seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk dapat mendorong para akademisinya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian.
"Oleh karena itu, saya mengharapkan agar Undip dapat mengambil peran tersebut secara lebih efektif," ujarnya.
Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin katakan Omnibus Law tingkatkan daya saing Indonesia di tingkat global
Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin: Kualitas pendidikan di Indonesia belum seragam
Pewarta: Fransiska Ninditya
Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor : Vienty Kumala
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Semarak Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2026, Kemenkum Riau Gelar Car Free Day Penuh Edukasi dan Inovasi
18 jam lalu
Gaungkan Kesadaran KI, Kanwil Kemenkum Riau Gelar Podcast Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2026
24 April 2026 13:39 WIB
Maknai Hari Kartini, Adrias Hariyanto ajak perempuan Riau berkarya lewat zapin dan songket
21 April 2026 20:07 WIB
Trump Umumkan Israel-Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari, Berlaku Kamis
17 April 2026 11:03 WIB
Api karhutla dekati pemukiman warga di Bengkalis, Manggala Agni menghalau malam hari
08 April 2026 12:32 WIB
Tim Manggala Agni menginap empat hari di pondok warga demi padamkan karhutla di Rupat Bengkalis
02 April 2026 16:35 WIB
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Jeruji tak halangi produktivitas, warga binaan Lapas Selatpanjang panen perdana
15 April 2026 19:38 WIB
Imigrasi Selatpanjang hadirkan program Limau di Rangsang Barat, permudah akses warga kepulauan
11 March 2026 10:21 WIB
Pantau persiapan lebaran, Wabup Muzamil pastikan sembako, BBM dan jalur mudik di Meranti aman
07 March 2026 11:25 WIB
Bupati Asmar dan Wabup Muzamil pimpin korve di titik strategis Selatpanjang
14 February 2026 15:51 WIB
Jelang ramadan, Bupati Asmar pastikan harga dan stok sembako di Meranti tetap aman
14 February 2026 15:36 WIB
Razia mendadak di Lapas Selatpanjang, petugas sita barang berpotensi bahaya dari kamar WBP
13 February 2026 11:58 WIB