Duh, banyak wisatawan di Sulawesi Tengah abaikan protokol kesehatan
Minggu, 2 Agustus 2020 16:52 WIB
Tanjung Karang, destinasi unggulan di Kabupaten Donggala, Sulteng. (Antara/Anas Masa)
Donggala (ANTARA) - Sejumlah objek wisata di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, rata-rata sudah dibuka oleh pemerintah setempat, namun sayang para pengunjung banyak yang mengabaikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah sebagai upaya mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19.
Salah satu destinasi unggulan yang ada di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, yakni Tanjung Karang terletak di bagian barat Kota Palu merupakan obyek wisata yang banyak diserbu para wisatawan lokal maupun mancanegara.
Dalam dua hari terakhir masa liburan akhir pekan (Sabtu dan Minggu), wisatawan lokal maupun beberapa wisatawan mancanegara memanfaatkan destinasi yang berada tidak jauh dari Kota Tua Donggala dan sekitar 45 kilometer dari Palu, Ibu Kota Sulteng.
Bahar, salah seorang pedagang di kawasan wisata itu, mengatakan sejak objek wisata itu dibuka beberapa waktu lalu, langsung diserbu para pengunjung yang datang dari berbagai tempat, termasuk dari Kota Palu.
Tanjung karang, kata dia, merupakan objek wisata paling disukai oleh orang Palu. "Saya boleh bilang bahwa Tanjung Karang, objek wisata orang Palu, sebab kebanyakan pengunjung dari Kota Palu," kata Bahar, Minggu.
Selain objek wisata Tanjung Karang, juga tidak jauh di destinasi tersebut terdapat pula objek wisata Pusat Laut dan Pantai Kaluku. "Hanya saja paling ramai dan padat dikunjungi adalah Tanjung Karang," katanya.
Di lokasi tersebut terdampat hamparan pasir putih yang sangat indah dan juga terumbu karang tempat berbagai jenis ikan hidup dan berkembang biak.
Namun dia mengaku was-was karena banyak pengunjung tidak mematuhi protokol kesehatan COVID-19, seperti tanpa masker dan tidak menjaga jarak.
Karena itu Bahar berharap Pemkab Donggala dan pihak pengelola objek wisata untuk mengambil langkah konkret dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Virus Corona di tengah adaptasi kebiasaan baru.
Sementara itu Misnayanti, salah seorang pengunjung mengatakan selama berada di kawasan wisata Tanjung Karang, ia sangat berhati-hati sebab suasana ramai dan padat sehingga mudah bersentuhan satu sama lainnya. Kebanyakan pengunjung, kata dia, tidak menggunakan masker.
Padahal, kata dia, pemerintah terus melakukan berbagai sosialisasi agar semua pihak, termasuk wisatawan wajib mematuhi protokol kesehatan COVID-19.
Salah satu destinasi unggulan yang ada di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, yakni Tanjung Karang terletak di bagian barat Kota Palu merupakan obyek wisata yang banyak diserbu para wisatawan lokal maupun mancanegara.
Dalam dua hari terakhir masa liburan akhir pekan (Sabtu dan Minggu), wisatawan lokal maupun beberapa wisatawan mancanegara memanfaatkan destinasi yang berada tidak jauh dari Kota Tua Donggala dan sekitar 45 kilometer dari Palu, Ibu Kota Sulteng.
Bahar, salah seorang pedagang di kawasan wisata itu, mengatakan sejak objek wisata itu dibuka beberapa waktu lalu, langsung diserbu para pengunjung yang datang dari berbagai tempat, termasuk dari Kota Palu.
Tanjung karang, kata dia, merupakan objek wisata paling disukai oleh orang Palu. "Saya boleh bilang bahwa Tanjung Karang, objek wisata orang Palu, sebab kebanyakan pengunjung dari Kota Palu," kata Bahar, Minggu.
Selain objek wisata Tanjung Karang, juga tidak jauh di destinasi tersebut terdapat pula objek wisata Pusat Laut dan Pantai Kaluku. "Hanya saja paling ramai dan padat dikunjungi adalah Tanjung Karang," katanya.
Di lokasi tersebut terdampat hamparan pasir putih yang sangat indah dan juga terumbu karang tempat berbagai jenis ikan hidup dan berkembang biak.
Namun dia mengaku was-was karena banyak pengunjung tidak mematuhi protokol kesehatan COVID-19, seperti tanpa masker dan tidak menjaga jarak.
Karena itu Bahar berharap Pemkab Donggala dan pihak pengelola objek wisata untuk mengambil langkah konkret dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Virus Corona di tengah adaptasi kebiasaan baru.
Sementara itu Misnayanti, salah seorang pengunjung mengatakan selama berada di kawasan wisata Tanjung Karang, ia sangat berhati-hati sebab suasana ramai dan padat sehingga mudah bersentuhan satu sama lainnya. Kebanyakan pengunjung, kata dia, tidak menggunakan masker.
Padahal, kata dia, pemerintah terus melakukan berbagai sosialisasi agar semua pihak, termasuk wisatawan wajib mematuhi protokol kesehatan COVID-19.
Pewarta : Anas Masa
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Didukung 12 daerah, Muhammad Rahul melaju tanpa pesaing di Bursa Ketua Karang Taruna Riau
14 April 2026 8:36 WIB
Karang Taruna Dumai minta aturan jam operasional tempat hiburan malam dipertegas
26 August 2025 10:09 WIB
Jalin komunikasi dengan Karang Taruna, ini pesan Babinkamtibmas Polsek Mandau
26 October 2024 14:49 WIB, 2024
Raja Ampat butuh 107 tambat labuh untuk lindungi kelestarian terumbu karang
08 June 2024 12:51 WIB, 2024
15 orang anak di Desa Karang Agung OKU, Sumatera Selatan hanyut terbawa arus banjir
17 February 2024 14:26 WIB, 2024
TNI AL bantu evakuasi ABK dari kapal kandas yang menabrak karang di Batam
08 September 2023 16:45 WIB, 2023
Terpopuler - Travelling
Lihat Juga
Kementerian Pariwisata ajak mitra perkenalkan keindahan Indonesia lewat edutrip
04 June 2025 14:31 WIB
Pemerintah giatkan promosi dan kolaborasi untuk menarik lebih banyak wisatawan
03 May 2025 13:03 WIB
Pemprov DKI siap bangun trek joging di tiga taman Langsat dekat gedung ASEAN
26 April 2025 17:04 WIB, 2025
Kemenpar sebut acara komunitas-"study tour" lokal dinilai tingkatkan okupansi hotel
16 April 2025 16:25 WIB, 2025
Kemenpar sebut sektor pariwisata bisa jadi jawaban dari masalah tarif AS
16 April 2025 13:41 WIB, 2025
Lonjakan jumlah pengunjung Ancol diprediksi akan terjadi pada akhir pekan ini
04 April 2025 13:08 WIB, 2025
Fly DBA Indonesia buka rute baru via Bali, mudahkan terbang ke Timur Tengah
01 March 2025 13:53 WIB, 2025