Jokowi janji tambah kawasan ekonomi khusus di Batam. Ini penjelasan TKN
Jumat, 5 April 2019 12:15 WIB
Arsip foto. Erick Tohir bantah Jokowi khawatirkan sesi debat terkait hubungan internasional (Antaranews/Hanni Sofia)
Pekanbaru (ANTARA) - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Erick Thohir menyatakan, bahwa pasangan calon Presiden nomor urut 01, Jokowi-Maruf, akan membuat kebijakan untuk menambah fasilitas bisnis di Batam.
"Fasilitas untuk Batam akan ditambah dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)," kata Ketua Tim Kampanye Nasional, Erick Thohir, melalui rilisnya kepada Antara di Pekanbaru, Jumat.
Erick menjelaskan, Jokowi juga akan mempermudah perizinan di Batam, serta pemberian insentif fiskal untuk mendorong pertumbuhan Batam.
"Pemerintahan Jokowi-Maruf akan urus Batam dan selesaikan semua persoalan, untuk menarik investasi dan mendorong pelayanan yang lebih baik," ucapnya.
Baca juga: Jokowi makin kurus karena sibuk kampanye
Menurut Erick, Jokowi memahami bagaimana pentingnya posisi Batam, yang setidaknya ada 60 ribu kapal (vessel) per tahun melintasi selat Philips, yang berada di antara Pulau Batam dan Pulau Singapura. Volume trafik tersebut dua kali volume trafik Terusan Suez, bahkan tiga kali lipat dari Terusan Panama.
Dari sekitar 200 Vessel dan 150 tanker per hari yang lalu lalang, ada sekitar 72 persen kapal tanker melalui jalur Selat Philips, dan sisanya 28 persen via Selat Makasar dan Selat Lombok. Perputaran uang di Selat Malaka dan Selat Philips, berkisar antara US$84 miliar sampai US$250 miliar per tahun.
Jokowi pun menyadari bahwa, Batam merupakan wilayah terdepan perbatasan negara, sehingga strategis baik secara militer, ekonomi dan politik. Dengan demikian, Batam dan sekitarnya menjadi wilayah penyangga Indonesia.
Ditambahkan oleh Fiki Satari, Direktur Konten TKN Jokowi-Maruf, bahwa apa yang dilakukan oleh Capres 01, sebagai upaya menjadikan Batam yang maju, modern dan berdaya saing, sesuai dengan konsep awal, pembangunan Batam untuk menyaingi Singapura.
Baca juga: Survei terbaru Indikator : Elektabilitas Jokowi dan Prabowo terpaut 18 persen
"Batam letaknya strategis dan potensinya besar sekali, karena itu Jokowi sempat gregetan dengan lambannya pengembangan Batam," tutur Fiki Satari.
Fiki menyebutkan, bahwa Jokowi pun menyadari, bahwa Batam merupakan wilayah terdepan perbatasan negara, sehingga strategis baik secara militer, ekonomi dan politik. Dengan demikian, Batam dan sekitarnya menjadi wilayah penyangga Indonesia.
Bagi Jokowi, kata Fiki, Batam terasa dekat. Pasalnya, Ibu dan saudara-saudara Jokowi pernah datang ke Batam pada akhir tahun lalu.
"Gibran dan Kaesang, dua anak Pak Jokowi, juga telah membuka gerai usahanya di Batam," tutur Fiki.
Fiki pun menyampaikan capaian pemerintah di bawah kepemimpinan di bawah Jokowi.
"Hampir tiga tahun ini, Batam tak lagi kena kabut asap, karena keberhasilan penanggulangan asap oleh pemerintah, sehingga aktivitas warga Batam menjadi lancar, tidak terganggu," tuturnya.
Ditambahkan dia lagi, penanggulangan kebakaran hutan dan kabut asap menjadi salah satu program utama pemerintahan Jokowi.
Untuk Batam, pemerintahan Jokowi telah membangun fly over di Simpang Jam, dan akan membangun fly over Simpang Kabil, jalan tol dari Bandara ke Muka Kuning dan ke Batu Ampar, serta pembangunan terminal II Bandara Hang Nadim.
“Kami melihat infrastruktur Batam kian keren," pungkas Fiki Satari.
Baca juga: Syamsuar: Jokowi tidak presiden, proyek infrastruktur Riau mangkrak
Baca juga: Jokowi ajak pemilih Coblos Capres Baju Putih bukan yang berjas
"Fasilitas untuk Batam akan ditambah dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)," kata Ketua Tim Kampanye Nasional, Erick Thohir, melalui rilisnya kepada Antara di Pekanbaru, Jumat.
Erick menjelaskan, Jokowi juga akan mempermudah perizinan di Batam, serta pemberian insentif fiskal untuk mendorong pertumbuhan Batam.
"Pemerintahan Jokowi-Maruf akan urus Batam dan selesaikan semua persoalan, untuk menarik investasi dan mendorong pelayanan yang lebih baik," ucapnya.
Baca juga: Jokowi makin kurus karena sibuk kampanye
Menurut Erick, Jokowi memahami bagaimana pentingnya posisi Batam, yang setidaknya ada 60 ribu kapal (vessel) per tahun melintasi selat Philips, yang berada di antara Pulau Batam dan Pulau Singapura. Volume trafik tersebut dua kali volume trafik Terusan Suez, bahkan tiga kali lipat dari Terusan Panama.
Dari sekitar 200 Vessel dan 150 tanker per hari yang lalu lalang, ada sekitar 72 persen kapal tanker melalui jalur Selat Philips, dan sisanya 28 persen via Selat Makasar dan Selat Lombok. Perputaran uang di Selat Malaka dan Selat Philips, berkisar antara US$84 miliar sampai US$250 miliar per tahun.
Jokowi pun menyadari bahwa, Batam merupakan wilayah terdepan perbatasan negara, sehingga strategis baik secara militer, ekonomi dan politik. Dengan demikian, Batam dan sekitarnya menjadi wilayah penyangga Indonesia.
Ditambahkan oleh Fiki Satari, Direktur Konten TKN Jokowi-Maruf, bahwa apa yang dilakukan oleh Capres 01, sebagai upaya menjadikan Batam yang maju, modern dan berdaya saing, sesuai dengan konsep awal, pembangunan Batam untuk menyaingi Singapura.
Baca juga: Survei terbaru Indikator : Elektabilitas Jokowi dan Prabowo terpaut 18 persen
"Batam letaknya strategis dan potensinya besar sekali, karena itu Jokowi sempat gregetan dengan lambannya pengembangan Batam," tutur Fiki Satari.
Fiki menyebutkan, bahwa Jokowi pun menyadari, bahwa Batam merupakan wilayah terdepan perbatasan negara, sehingga strategis baik secara militer, ekonomi dan politik. Dengan demikian, Batam dan sekitarnya menjadi wilayah penyangga Indonesia.
Bagi Jokowi, kata Fiki, Batam terasa dekat. Pasalnya, Ibu dan saudara-saudara Jokowi pernah datang ke Batam pada akhir tahun lalu.
"Gibran dan Kaesang, dua anak Pak Jokowi, juga telah membuka gerai usahanya di Batam," tutur Fiki.
Fiki pun menyampaikan capaian pemerintah di bawah kepemimpinan di bawah Jokowi.
"Hampir tiga tahun ini, Batam tak lagi kena kabut asap, karena keberhasilan penanggulangan asap oleh pemerintah, sehingga aktivitas warga Batam menjadi lancar, tidak terganggu," tuturnya.
Ditambahkan dia lagi, penanggulangan kebakaran hutan dan kabut asap menjadi salah satu program utama pemerintahan Jokowi.
Untuk Batam, pemerintahan Jokowi telah membangun fly over di Simpang Jam, dan akan membangun fly over Simpang Kabil, jalan tol dari Bandara ke Muka Kuning dan ke Batu Ampar, serta pembangunan terminal II Bandara Hang Nadim.
“Kami melihat infrastruktur Batam kian keren," pungkas Fiki Satari.
Baca juga: Syamsuar: Jokowi tidak presiden, proyek infrastruktur Riau mangkrak
Baca juga: Jokowi ajak pemilih Coblos Capres Baju Putih bukan yang berjas
Pewarta : Vera Lusiana
Editor : Febrianto Budi Anggoro
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Erick Thohir Tegaskan FIFA Series Penting untuk Masa Depan Timnas Indonesia
20 January 2026 9:55 WIB
Erick Thohir Apresiasi Besar Kontribusi Patrick Kluivert untuk Sepak Bola Indonesia
16 October 2025 16:03 WIB
Erick Thohir Resmi Jadi Menpora, Presiden FIFA Langsung Beri Ucapan Selamat
18 September 2025 10:18 WIB
Timnas Indonesia Bersiap Hadapi Tantangan Berat di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026
14 June 2025 10:58 WIB
Erick Thohir sebut PSSI sebut talenta sepak bola putri sudah mencapai 16.000 atlet
27 May 2025 11:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir sebut cabang BSI di Arab Saudi beroperasi tahun depan
05 May 2025 15:49 WIB
Terpopuler - Perekonomian
Lihat Juga
Perkuat tulang punggung Listrik Riau, PLN lakukan Final Check relokasi Tower SUTT 150 kV
19 April 2026 12:29 WIB
Tunjang MTQ dan Pacu Jalur 2026, BPJN Riau alokasikan Rp90 miliar untuk perbaiki jalan
16 April 2026 16:06 WIB
Alokasikan Rp28 miliar bonus atlet PON dan Paparnas, Pemprov Riau pastikan dibayar
15 April 2026 14:09 WIB
Lima pasar murah digelar di tiga kabupaten/kota di Riau pekan ini, berikut lokasinya
13 April 2026 14:32 WIB