
Pasangan Zulkifli-Sunaryo Enggan Tarik Massanya

Dumai, 7/6 (ANTARA) - Pasangan Zulkifli-Sunaryo, calon Wali Kota/Wali Kota Dumai tak terpilih, enggan menarik massa simpatisannya yang sejak Sabtu (5/6) berdemo di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah setempat menuntuk penghitungan ulang.
Pantauan ANTARA, Senin, masa pendukung masih melakukan aksi protes di kantor KPUD dan Panitia Khusus Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Dumai.
Dalam aksinya, massa menggelar orasi yang ditujukan bagi Ketua KPUD Ahmad Rasyid dan Ketua Panwaslu Dumai, Minggu Rambe.
Selain itu, massa juga melakukan teatrikal pemakaman Ahmad Rasyid yang dibungkus kain kafan dan siap dikebumikan.
Para simpatisan mengaku masih mendapat instruksi untuk terus melanjutkan aksi sampai tuntutan penghitungan ulang dipenuhi.
"Kami masih terus diinstruksi untuk terus melanjutkan aksi ini sampai KPUD memenuhi tuntutan kami," aku salah seorang simpatisan incumbent, Arian (40).
Hal senada diungkapkan koordinator penggerak massa Zuro, Muhamad Hasbi yang mengatakan, pergerakan yang dilakukan massa incumbent semata-mata hanya ingin menuntut keadilan.
"Dalam penghitungan surat suara di sejumlah TPS, kami mendapatkan laporan adanya pelanggaran. Dimana beberapa kertas suara yang rusak tetap dianggap sah oleh panitia pelaksana di TPS," katanya.
Sebelumnya, Kapolda Riau Brigjen Pol H Adjie Rustam Ramdja mengatakan, pengerahan massa yang rencananya dilakukan pendukung pasangan Zulkifli-Sunaryo di Dumai tidak akan terjadi, karena pasangan tersebut berjanji akan menarik massanya.
"Pak Zulkifli atau Zul As menjamin akan menarik massanya, dan tidak ada rencana untuk melakukan pengerahan massa pada hari ini (Senin 7/6). Jadi bisa kita pastikan tidak ada kerusuhan di Dumai hari ini," ujar Kapolda.
Pasangan penguasa yang masih berkuasa Zulkifli AS- Sunaryo (Zuro) kalah melalui hasil penghitungan cepat.
KPU Dumai belum memutuskan hasil penghitungan suara sah. Tapi dari hasil quick count yang diprakarsai KPU, pasangan kandidat nomor urut satu ini berada di posisi kedua dengan perolehan suara sekitar 45 persen dari total surat suara sah.
Sementara hasil tertinggi ditempati kandidat nomor urut tiga, Khairul Anwar-Agus Widayat (Kuat). Pasangan Zulkifli-Sunaryo menilai, kemenangan pasangan "Kuat" karena kelalaian KPU yang tidak mensosialisasikan aturan pencoblosan surat suara yang sah.

