
Program Maghrib Mengaji Inhil Perlu Di Evaluasi

Tembilahan (Antarariau.com) - Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau Muhammad Wardan menyatakan bahwa program Magrib Mengaji di Kabupaten Inhil perlu dievaluasi, mengingat masih terdapat masjid yang tidak diramaikan dengan aktifitas pengajian usai pelaksanaan Sholat Maghrib.
"Kepada seluruh orang tua, jelang masuk waktu sholat Maghrib saya meminta latih anak meramaikan mesjid melakukan sholat Magrib berjamaah untuk selanjutnya belajar mengaji bersama," ucap Bupati Inhil Muhammad Wardan, Selasa.
Bupati Muhammad Wardan dalam sambutannya saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriah mengatakan, seluruh masyarakat Kabupaten Inhil terutama kaum ibu diharapkan dukungan dan kerjasamanya, dalam menyukseskan pelaksanaan Program Magrib Mengaji di Kabupaten Inhil.
Selain itu, Ustadz Zulhendri Rais, Candidat Doctor University of Jazera Republik Arab Saudi Sudan dalam tausiyahnya mengajak kepada seluruh umat Muslim, untuk mengenali sifat dan akhlak Rasulullah SAW yang luar biasa, yakni tidak pernah bermimpi seumur hidupnya, tidak pernah menguap, binatang buas tidak penah lari darinya dan tidak ada lalat yang hinggap ditubuhnya.
Selanjutnya kata dia, disaat melihat ke depan, Nabi Muhammad SAW juga melihat dan mengetahui apa yang ada dibelakangnya. Bersifat pemalu, ketika tidur matanya terpejam namun hati terbangun, serta setiap berjalan selalu diiringi oleh awan.
"Marilah kita cintai Rasulullah SAW dengan segala kemuliaan Nabinya," ajaknya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriah dilaksanakan di gedung daerah Engku Kelana Tembilahan dan digelar oleh Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).
Selain Bupati Inhil, turut hadir dalam kegiatan wakil ketua DPRD Inhil Maryanto, unsur Forkopimda, alim ulama dan tokoh masyarakat serta seluruh masyarakat Kabupaten Inhil. (ADV)
Oleh: Adriah Akil
Pewarta : Antara Riau
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

