
Minyak Sawit Tumpah ke Laut, KSOP Dumai: Pipa Loading Pecah

Dumai, Riau, (Antarariau.com) - Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai menyebutkan tumpahan minyak kelapa sawit, Kamis dinihari, di areal pelabuhan setempat akibat salah satu pipa loading milik perusahaan pecah.
Kepala Seksi Penjagaan, Patroli dan Penyidikan KSOP Dumai Jannes Sinaga mengatakan, minyak tumpah ke laut terjadi saat proses loading sedang berlangsung dari atas kapal ke tangki pabrik milik PT Kuala Lumpur Kepong di kawasan Pelindo Dumai.
"Jumlah minyak yang tumpah belum dapat ditaksir dan hasil penyelidikan sementara terjadi akibat kebocoran salah satu pipa loading milik perusahaan," kata Jannes kepada wartawan.
Dia menambahkan, upaya pembersihan minyak crude palm oil yang tumpah tersebut telah dilakukan petugas kebersihan dari perusahaan terkait dengan menggunakan peralatan manual yaitu ember dan lain sebagainya.
Sementara, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai Bambang Surianto menjelaskan tumpahan CPO dari kapal tongkang bernama Anggoda tidak terlalu berbahaya karena merupakan minyak nabati.
Menurut dia, upaya evakuasi minyak yang tumpah ke perairan tersebut telah ditangani pihak perusahaan dengan melakukan pembersihan agar tidak meluas ke tengah laut.
"Meski tidak berbahaya tapi tetap harus dibersihkan tumpahan minyak tersebut, dan kita telah melakukan pengambilan sampel air laut yang diluberi CPO ini," kata Bambang.
Sebelumnya belasan wartawan dan empat anggota DPRD Kota Dumai sempat dihalangi masuk ke lokasi tumpahan minyak di Dermaga D Pelindo oleh petugas sekuriti dan marinir TNI AL setempat dengan alasan tidak ada izin resmi.
Setelah bersitegang alot, akhirnya Komisi III DPRD, yaitu Johannes MP Tetelepta, Hasan, Yusman dan Supriyanto dibolehkan masuk, sedangkan wartawan tetap terhalang dan tidak diizinkan memasuki kawasan Dermaga D tersebut.
Usai meninjau tumpahan minyak, DPRD menemukan kejanggalan yaitu tidak adanya pemasangan oil bomb di lokasi dermaga sebelum dimulai proses loading minyak dari kapal tongkang ke tangki pabrik.
Hasil temuan indikasi melanggar prosedur keselamatan di pelabuhan ini selanjutnya akan dibawa Komisi III ke tingkat pimpinan lembaga untuk digelar rapat dengar pendapat atau hearing dengan perusahaan terkait.
"Ada kejanggalan dalam prosedur keselamatan di kawasan karena proses loading minyak tidak dipasangi oil bomb, dan kita minta KLH untuk mengawasi dan evaluasi perusahaan tersebut karena dikhawatirkan tumpahan minyak meluas dan mencemari laut," sebut seorang legislator Hasan.
Pewarta : Abdul Razak
Editor:
Abdul Razak
COPYRIGHT © ANTARA 2026

