
BPBD Periksa Lokasi Titik Api Riau
Selasa, 20 Oktober 2015 11:15 WIB

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau memeriksa lokasi keberadaan puluhan titik api terdeteksi di sejumlah wilayah di Riau pada Selasa pagi.
"Kita telah berkoordinasi dengan BMKG dan petugas di daerah masing-masing untuk mengetahui lokasi kebakaran. Jika cukup besar dan sulit dijangkau akan kami kerahkan helikopter ke sana," kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger kepada Antara di Pekanbaru.
Namun begitu, ia menjelaskan pihaknya telah menyiapkan satu unit helikopter jenis MI 171 untuk segera diterbangkan ke Kepulauan Meranti untuk melakukan pengeboman air (Waterbombing).
"Di sana paling banyak titik api hari ini. Ada delapan titik api. Mudah-mudahan visibitily (jarak pandang) membaik," ujarnya.
Selain ke Meranti, heli MI 171 juga akan dikerahkan ke Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir serta Pelalawan ujarnya.
BPBD Riau saat ini menyiagakan dua unit helikopter yakni MI 171 dan Sikorsky setelah satu unit helikopter lainnya Camorv dikerahkan ke Sumatera Selatan guna membantu pemadaman kebakaran lahan dan hutan di daerah tersebut.
Sebelumnya Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan sebagian daerah di Provinsi Riau pada Selasa pagi diselimuti asap pekat dengan jarak pandang berkisar 50 meter hingga 400 meter.
Berdasarkan data BMKG yang diterima Antara di Pekanbaru pada pukul 07.00 WIB kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan terparah terpantau di Kota Dumai yang menyebabkan jarak pandang berkisar 50 meter.
"Selanjutnya di Pelalawan dan Pekanbaru jarak pandang berkisar antara 300 hingga 400 meter," kata Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin.
Sementara itu di Kota Rengat Kabupaten Indragiri Hulu jarak pandang terpantau sejauh 800 meter. Selain ke empat daerah tersebut, sejumlah wilayah lainnya dikabarkan turut diselimuti asap pekat seperti Bengkalis dan Siak.
Kabut asap Riau sebelumnya sempat menipis pasca kunjungan Presiden Jokowi ke daerah itu pada Jumat (9/10) lalu. Namun dalam beberapa hari terakhir kabut asap terus memburuk dan menyebabkan kualitas udara kembali ke level berbahaya.
Sementara itu berdasarkan pencitraan Satelit Terra dan Aqua terpantau sebanyak 30 titik panas dimana 21 diantaranya dipastikan sebagai titik api dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen. "Titik api terbanyak terpantau di Meranti dengan delapan titik," lanjut Sugarin.
Selanjutnya di Kabupaten Siak dan Indragiri Hulu masing-masing terpantau empat titik. Bengkalis dan Indragiri Hulu satu titik serta Pelalawan tiga titik.
Pewarta : Anggi Romadhoni
Editor:
Anggi Romadhoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

