
Dirut BRK: RTMPE Bukan Sekedar Simbol
Senin, 6 Juli 2015 15:16 WIB

Kampar, (Antarariau.com) - Direktur Utama Bank Riau dan Kepulauan Riau (BRK) Irvandi Gustari menyakan Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) yang dijalan Pemerintah Kabupaten Kampar merupakan program terbaik di Riau karena bukan sekedar simbol atau semboyan tapi merupakan karya nyata.
"Makanya saya kemudian mengapresiasi program yang dilaksanakan Bupati Jefry Noer ini karena bisa langsung menyentuh ke lapisan masyarat yang paling bawah sekalipun," kata Irvandi saat berkunjung ke kawasan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Karya Nyata, Kubang Jaya, Siak Hulu, Minggu (5/7).
Irvandi mengulang, bahwa Program RTMPE tidak hanya sekedar simbol atau semboyan karena rakyat tidak perlu susah membuat karena sudah ada model atau contoh yang ternyata sukses. Dengan demikian, lanjut dia, maka sebenarnya Program RTMPE adalah sangat mudah dan bisa direalisasikan secara nyata.
"Saya rasa kita bisa makmur kalau setiap rumah tangga mau mencontoh dan menjalankan RTMPE dengan baik, serius dan benar," kata Irvandi.
Disaat itu juga, Irvandi bersama Kepala Cabang BRK Kampar, Restu diajak Bupati Kampar Jefry Noer dan Legislator Riau Eva Yuliana untuk memanen bawang di kawasan RTMPE. Itu merupakan panen bawang merah yang kesekian kalinya dalam beberapa pekan terakhir pada lokasi yang sama.
Setelah pekan lalu juga melakukan panen bawang bersama masyarakat Desa Baru tepat di lokasi pilot project RTMPE yang berukuran 1.500 meter. Ketika itu, dari 20 kilogram bibit yang ditanam pada 13 galangan, berhasil panen sebanyak 250 kg. Sementara pada panen pekan ini, di lokasi yang sama namun dengan luas lahan 1.000 meter persegi, dengan bibit yang hanya 25 kilogram ditanami diatas 17 galangan, berhasil panen lebih banyak lagi.
Dalam Program RTMPE juga terdapat lahan untuk perkebunan bawang merah lebih kurang seluas 200 meter yang bisa untuk menanam kebun bawang merah sebanyak 50 kg bibit. Ini terbukti menghasilkan panen basah lebih kurang 500 kg.
Usai panen tersebut Jefry Noer menjelaskan bahwa memang terbukti dengan menanam bawang bibit sebanyak 50 kg bisa menghasilkan lebih 500 kg atau 1/2 ton lebih. Walaupun kebun bawang merah di RTMPE hanya merupakan tambahan usaha tetapi hasilnya sangat memuaskan. Sejauh ini menurut pendapat ahli dari Kementrian Pertanian RI, bahwa bawang merah tidak akan bisa tumbuh di Kampar.
"Tetapi karena kami ingin bukti apa benar tidaknya bawang mau tumbuh di Kampar, kemudian dicoba tanam dan alhasil kulatitas serta jumlahnya ternyata lebih baik dan banyak dibandingkan dengan daerah penghasil bawang yakni Brebes," katanya.
Selain bawang merah di RTMPE yang utama hasil yang menjanjikan adalah urine dan kotoran dari enam ekor sapi. Menurut paninjauan, dari kotoran dan urine sapi saja bisa lebih untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Jefry juga menjelaskan sedikit tentang RTMPE, dimana para penghuni RTMPE nantinya hanya cuma membeli beras, garam, gula, minyak, serta kopi. Sebab di RTMPE sudah tersedia mulai dari sapi, ayam, ikan, telur, bawang, cabai serta sayur-sayuran lainnya.
Dapat kita ketahui penghasilan penguni RTMPE bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulannya, selain dari anak sapi enam ekor/tahun. (Adv)
Pewarta : Kampar, (Antarariau.com) - Direktur Utama Bank Riau dan Kepulauan Riau (BRK) Irvandi Gustari menyaka
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

