
AS Minta Tiongkok Di G20 Hindari "Competitive Devaluation"

Ankara, (Antarariau.com) - Menteri Keuangan AS Jacob Lew pada Jumat mengatakan, ia telah meminta mitranya dari Tiongkok pada pertemuan G20 di Ankara untuk menghindari "competitive devaluation" dan meningkatkan komunikasi kebijakan ekonomi Beijing.
"Competitive devaluation" atau perang antara mata uang (currency wars) adalah kondisi dimana negara-negara bersaing dalam merendahkan nilai tukar uangnya. Stratege ini umumnya ditempuh untuk meningkatkan daya saing ekspor dan menurunkan daya saing produk impor di dalam negeri.
"Tiongkok harus membiarkan nilai tukarnya mencerminkan fundamental yang mendasarinya, menghindari berlanjutnya "misalignments" (ketidak sejajaran) nilai tukar, dan menahan diri dari competitive devaluation," seorang juru bicara Kementerian Keuangan AS mengkutip perkataan Lew kepada Menteri Keuangan Tiongkok Lou Jiwei di sela-sela pertemuan G20.
Ia menambahkan Lew juga "menggarisbawahi pentingnya Tiongkok secara hati-hati mengomunikasikan tujuan kebijakan dan tindakannya ke pasar-pasar keuangan".
Bank sentral Tiongkok pada 11 Agustus mendevaluasi yuan hampir dua persen, mengejutkan pasar dan meningkatkan kekhawatiran tentang efek pelambatan ekonomi Tiongkok.
Lew menekankan pentingnya Tiongkok menghormati komitmennya untuk bergerak secara teratur "ke arah sistem nilai tukar yang lebih ditentukan pasar".
Lew juga mencatat bahwa penting bagi Tiongkok untuk mengindikasikan bahwa hal itu akan memungkinkan tekanan pasar untuk mendorong yuan "naik serta turun".
Lew juga mendesak reformasi ekonomi yang lebih kuat dari Tiongkok.
"Dia menekankan bahwa kemajuan lanjutan reformasi ekonomi akan menghasilkan ekonomi Tiongkok dan global yang lebih kuat, lebih stabil, dan lebih seimbang, yang merupakan kepentingan Tiongkok dan Amerika," kata juru bicara itu.
Lew mengatakan bahwa kunjungan mendatang oleh Presiden China Xi Jinping ke Washington akhir bulan ini "adalah kesempatan untuk membuat kemajuan pada isu-isu penting hubungan ekonomi kita".
Pewarta : Antara Riau
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

