Logo Header Antaranews Riau

AS Minta Warganya Angkat Kaki dari Iran, Situasi Kian Memanas

Kamis, 23 April 2026 11:41 WIB
Image Print
Kompleks Sa'dabad yang bersejarah, yang rusak akibat serangan AS-Israel terhadap Iran yang telah berlangsung sejak 28 Februari di Teheran, Iran pada 18 Maret 2026. Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada situs-situs bersejarah, beberapa di antaranya termasuk dalam daftar warisan dunia. Kompleks Istana, salah satu objek wisata paling populer di Teheran, yang dibangun selama Dinasti Qajar dan direnovasi selama Dinasti Pahlavi, menunjukkan dampak serangan di setiap sudutnya. (ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri.)

Washington (ANTARA) - Amerika Serikat (AS) mengimbau warga negaranya yang saat ini masih berada di Iran agar segera meninggalkan negara itu, menyusul pembukaan kembali sebagian wilayah udara republik Islam tersebut.

"Mulai 21 April, wilayah udara Iran telah dibuka kembali sebagian. Warga negara AS harus segera meninggalkan Iran, memantau media lokal untuk mendapatkan informasi terbaru, dan berkonsultasi dengan maskapai penerbangan komersial untuk informasi tambahan tentang penerbangan keluar dari Iran," imbau Kedutaan Besar virtual AS untuk Iran, Rabu (22/4).

Baca juga: Iran Ancam Balasan Keras Jika AS Nekat Lancarkan Serangan Baru

Selain bisa meninggalkan Iran melalui udara, warga AS juga bisa meninggalkan negara itu melalui jalan darat melalui Armenia, Azerbaijan, Turki, dan Turkmenistan.

Namun, warga AS diperingatkan untuk tidak keluar dari Iran melalui Afghanistan, Irak, atau Pakistan.

"Jika Anda tidak meninggalkan Iran, kami meminta semua warga Amerika di Iran untuk tetap berada di tempat tinggal Anda sampai pemberitahuan lebih lanjut. Sebisa mungkin, tetaplah di tempat tinggal, hotel, atau bangunan lain, dan jauhi jendela," demikian imbauan perjalanan yang dirilis pemerintah AS.

Pada 28 Februari, AS dan Israel menyerang Iran, dan kemudian memicu serangan balasan dan peningkatan ketegangan di seluruh Timur Tengah.

Pada 7 April, AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu, setelah dimediasi Pakistan.

Pembicaraan selanjutnya di Islamabad berakhir tanpa hasil. Meskipun tidak ada pengumuman dimulainya kembali permusuhan, AS mulai memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Baca juga: Qatar Dorong Gencatan Senjata AS-Iran Tetap Berlanjut Meski Negosiasi Buntu

Para mediator terus berupaya untuk menyelenggarakan putaran perundingan baru.

Pada Selasa (21/4), Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan memperpanjang gencatan senjata guna memberi Teheran waktu untuk mengajukan "proposal terpadu."

Trump mengeklaim bahwa perundingan damai antara kedua negara bisa terjadi dalam 36 hingga 72 jam ke depan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026