
Pansus DPRD Riau Minta CSR Perusahaan Diperluas
Jumat, 8 Mei 2015 19:06 WIB

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Panitia Khusus Monitoring dan Evaluasi Perizinan Lahan DPRD Riau meminta program tanggung jawab perusahaan atau "Coorporate Social Responsibility" (CSR) perkebunan kelapa sawit PT Buana Wira Lestari diperluas dan jangan hanya untuk masyarakat sekitar di Desa Kijang, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar.
"CSR jangan hanya ke daerah Tapung Hilir saja, nanti ada kecemburuan sosial dari masyarakat lain. Kalau bisa dibantu juga yang lain. Faktor keamanan juga harus diperhatikan dalam hal ini," kata Anggota Pansus, Hazmi Setiadi ketika rapat dengar pendapat dengan perusahaan itu di Pekanbaru, Jumat.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Buana Wira Lestari mengklaim telah mengeluarkan dana CSR dalam setahun sekitar Rp124 miliar untuk masyarakat sekitarnya. Jumlah ini dinilai sangat fantastis, bahkan mengalahkan perusahaan besar dan ternama di Riau.
"CSR kita 2013-2014 jumlahnya Rp248 miliar. Itu dalam dua tahun, jadi dalam setahun ada Rp124 miliar," kata Fransiskus.
Dijelaskannya bahwa CSR itu diantaranya ada dalam bentuk pendidikan berupa beasiswa dan bantuan keuangan untuk guru honorer, kesehatan, dan lainnya. Namun yang besar adalah kepada petani sawit kebun plasma di area perkebunannya.
"Luas Hak Guna Usaha 12.650 hektare. 10 ribu ha diantaranya adalah plasma yang dikelola sekitar 4 ribu kepala keluarga," ungkapnya.
Terkait saran agar juga membantu yang di luar areanya, dia mengatakan akan mencoba melakukannya. Namun dia meminta harus ada rekomendasi dari pemerintah saerah setempat terlebih dahulu.
Staff bidang CSR perusahaan itu, Linda menambahkan bahwa bantuan untuk petani sawit tersebut bukanlah dalam bentuk donasi. CSR diberikan untuk peningkatan hasil sawit melalui pembinaan, pengarahan, dan tentunya dana ketika petani menjual tandan buah segarnya.
"Petani menjual ke pabrik PT Buana Wira Lestari, harganya dipotong biaya produksi dan kemudian diberikan dana bagi hasil. Pada dasarnya kita beri kesempoatan bisnis agar produksinya meningkat sehingga terus berkelanjutan," jelasnya.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Bayu Agustari Adha
COPYRIGHT © ANTARA 2026

