Logo Header Antaranews Riau

BPJS Kesehatan: Perempuan Peroleh Test

Kamis, 19 Maret 2015 20:57 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antarariau.com) - BPJS Kesehatan Cabang Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menyediakan layanan gratis bagi perempuan yang sudah menikah untuk mengikuti pengujian medis ("Papsmear") guna mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin.

"Pengujian sedini mungkin ini dibutuhkan, sebab penyakit ini merupakan jenis kanker paling berbahaya yang diderita oleh wanita di seluruh dunia, bahkan menjadi penyebab kematian utama pada wanita dalam tiga dasa warsa terakhir," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Pekanbaru Mairiyanto di Pekanbaru, Kamis.

Ia menyampaikan itu sekaligus sebagai ajakan untuk perempuan memeriksakan kesehatannya karena kanker leher rahim adalah keganasan dari leher rahim (serviks) yang disebabkan oleh virus HPV (human papilloma virus).

Menurut Mairi, penyakit ini merupakan jenis kanker berbahaya yang diderita oleh wanita di seluruh dunia, bahkan perwakilan WHO tahun 2005 menyebutkan terdapat lebih dari 500.000 kasus baru dari 260 kasus kematian akibat kanker leher rahim. Hampir 90 persen di antaranya terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ia mengatakan pemeriksaan papsmear di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru bekerja sama dengan beberapa rumah sakit, yakni RS Ibnu Sina, RS Syafira, RS Awal Bros Sudirman, Awal Bros Panam, Labor Thamrin serta Laboratorium Klinik Prodia.

"Program ini dimulai di Pekanbaru setelah diluncurkan pemerintah pusat sejak Februari dan Maret 2014," katanya dan menambahkan papsmear sangat dianjurkan pada setiap perempuan yang sudah berusia 30 tahun ke atas atau sudah berkeluarga.

Papsmear harus diusahakan sebelum kanker serviks menyerang dalam skala stadium lanjut karena tidak lagi bisa diobati berkemungkinan besar mengakibatkan kematian," katanya.

Bagi peserta yang ingin melakukan papsmear cukup membawa kartu BPJS Kesehatan dan peserta dapat mengambil brosur untuk pemeriksaan papsmear di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru atau kantor unit pelayanan BPJS Kesehatan terdekat di daerahnya masing-masing.

"Brosur yang terdapat formulir pernyataan sebagai peserta pelayanan kanker leher rahim, berguna sebagai kartu jalan dan nanti ditunjukan kepada rumah sakit tempat mereka melakukan pemeriksaan papsmear," katanya.

Skala Stadium Lanjut

Sebelumnya, dokter spesialis kandungan dari RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, dr Jhon Madi SpOG (K), mengatakan papsmear harus diusahakan sebelum kanker serviks menyerang dalam skala stadium lanjut karena tidak lagi bisa diobati berkemungkinan besar mengakibatkan kematian.

"Kasus kematian ini muncul lebih akibat terlambatnya pemeriksaan dini bagi perempuan padahal serangan kanker serviks berasal dari virus HPV (Human Papilloma Virus) ini akan muncul dalam jangka waktu panjang," katanya.

Kanker tidak akan bisa terjadi secara tiba-tiba, namun demikian kata Jhon, bisa muncul pada dua atau tiga tahun kemudian dengan gejala adanya tanda-tanda munculnya keputihan.

Sedangkan gejalanya, kata Jhon, antara lain perdarahan pada masa haid, munculnya darah pada hubungan seksual, mengeluarkan aroma busuk karena adanya sel yang mati, dan nyeri saat hubungan seksual.

"Kalau pada tingkat stadium tiga dan empat maka gejala akan makin parah, yakni nyeri pada saat buang air kecil, nyeri dan kencing darah, bengkak di kaki, patah tulang karena virus HPV itu bisa menyebar ke tulang dan paru-paru hingga usus," katanya.

Pengobatan dalam stadium tiga dan empat ini hanya bisa dilakukan dengan cara pembedahan, radiasi, dan penyinaran serta kemoterapi. Namun demikian, katanya, selain melakukan papsmear sekali dalam setahun, maka perempuan sejak usia 15 tahun diberi vaksin HPV itu.

"Infeksi virus HPV adalah sebagai faktor resiko utama penyebab terjadinya kanker serviks. HPV adalah kumpulan lebih dari 100 virus yang berhubungan, yang dapat menginfeksi sel-sel pada permukaan kulit, ditularkan melalui kontak kulit, seperti vaginal, anal, atau oral seks," kata Jhon.



Pewarta :
Editor: Frislidia
COPYRIGHT © ANTARA 2026