
RSUD Dumai Tangani 266 Pasien DBD

Dumai, Riau, (Antarariau.com) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai, Riau, selama 2014, telah menangani sebanyak 266 kasus pasien terjangkit demam berdarah dengue (DBD), atau meningkat 71,6 persen dibandingkan tahun 2013.
Direktur RSUD Dumai Syaiful di Dumai, Selasa, menyebutkan bahwa pada tahun 2013, pihak medis di rumah sakit itu hanya menangani 155 pasien penderita penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aides aegipty tersebut.
Dia menjelaskan meningkatnya jumlah penderita demam berdarah ini kemungkinan disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan dan menerapkan pola pencegahan yang disarankan petugas kesehatan.
Dilihat dari statistik, lanjut dia, angka dan mutu pelayanan di RSUD Dumai menempatkan Gross Death Rate (GDR) sebanyak 35,79/1000.
Ini menandakan bahwa perkembangan mutu rumah sakit kebanggaan masyarakat Dumai ini telah menjadi rujukan pelayanan kesehatan masyarakat yang berasal dari sejumlah daerah di sekitar pesisir Riau Pesisir.
"Sebab, normal GDR secara nasional adalah 40/1000, dan kita masih di bawah batas normal, namun tetap menjadi tanggungjawab untuk menekan angka itu tiap tahun," terangnya.
Di samping itu, Wakil Wali Kota Dumai Agus Widayat terus mengkampanyekan waspada demam berdarah kepada masyarakat umum dengan cara rajin membersihkan lingkungan dan menerapkan upaya mengubur, menguras dan membersihkan bak penampungan air di rumah.
"Masyarakat mesti waspadai demam berdarah ini, mengingat belakangan cuaca berhujan dan harus diantisipasi dengan menutup tempat yang bisa menampung air atau rajin membersihkan bak air di lingkungan sekitar," jelasnya.
Ditambahkan, penyakit DBD identik dengan musim hujan, dan sejauh ini ada di beberapa wilayah Dumai yang merupakan endemik dengan penyebab utama bak penampungan air yang dihuni jentik nyamuk.
Pewarta : Abdul Razak
Editor:
Abdul Razak
COPYRIGHT © ANTARA 2026

