
Bukit Rimbang Baling Simpan Potensi Air Terjun

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling di Provinsi Riau memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwista berbasis alam dan minat khusus karena menyimpan potensi hutan dan 20 air terjun yang terjaga dengan alami.
"Di Rimbang Baling sedikitnya ada 20 air terjun yang telah kami data, memiliki potensi untuk mendukung ekowisata," kata Humas WWF Program Riau, Syamsidar, di Pekanbaru, Senin.
KSM Rimbang Baling memiliki luas sekitar 136 ribu hektare, yang terletak di Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi. Kawasan ini memiliki tingkat keanekaragaman ekosistem yang sangat tinggi karena adanya flora unik, salah satunya adalah Rafflesia Merah Putih yang tergolong langka.
"Sudah dua kali tim lapangan kami menemukan bunga Rafflesia mekar di kawasan itu," ujarnya.
Ia mengatakan, rata-rata jalur masuk menuju air terjun harus melalui Sungai Subayang di kawasan itu sehingga pengunjung harus menggunakan sampan. Air terjun paling dekat dari jalur masuk Sungai Subayang adalah Air Terjun Batu Dinding di Desa Tanjung Belit.
Menurut dia, air terjun paling tinggi adalah Air Terjun Pangkalan Kapas yang memiliki ketinggian sekira 100 meter. Untuk mencapainya, pengunjung bisa melalui jalan tanah.
Ia mengatakan sejauh ini potensi ekowisata di Bukit Rimbang Baling belum tergarap dengan serius. WWF baru bisa menggandeng masyarakat dengan membentuk Kelompok Kerja di Desa Tanjung Belit untuk pengembangan potensi Air Terjun Batu Dinding.
Meski begitu, ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Kampar memiliki keinginan untuk mengembangkan potensi wisata kawasan itu karena tradisi masyarakat disana cukup unik. Pemerintah setempat bahkan mengusulkan kearifan lokal "lubuk larangan" di Desa Pangkalan Indarung untuk mendapatkan penghargaan lingkungan Kalpataru.
Tradisi "lubuk larangan" merupakan kesepakatan masyarakat secara kolektif yang melarang pengambilan ikan pada lokasi yang ditentukan dalam masa tertentu. "Kami berharap pemerintah daerah bisa mendorong pengembangan potensi Bukit Rimbang Baling," ujarnya.
Selain itu, ia mengatakan kawasan itu juga sangat krusial untuk pelestarian fauna yang dilindungi dan terancam punah. Sebabnya, Bukit Rimbag Baling menjadi habitat alami bagi lima kucing hutan, antara lain macan dahan, kucing emas, macan tutul, "marble cat", dan harimau Sumatera.
"Kelestarian Bukit Rimbang Baling sangat penting untuk keseimbangan alam dan pelestarian satwa dilindungi karena bisa menjadi zona penyangga bagi habitat alami mereka," ujarnya.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

