Logo Header Antaranews Riau

Kanada balas tarif AS, perang dagang kembali memanas

Selasa, 8 September 2026 14:55 WIB
Image Print
Ilustrasi - Bendera Kanada. ANTARA/Anadolu/py

Istanbul (ANTARA) - Perang dagang antara Kanada dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas. Pemerintah Kanada resmi memberlakukan tarif balasan terhadap produk-produk AS senilai 27,6 miliar dolar Kanada (sekitar Rp352,2 triliun), menandai eskalasi terbaru dalam perselisihan perdagangan kedua negara.

Tarif balasan tersebut mulai berlaku pada Selasa pukul 00.01 waktu setempat atau sekitar pukul 11.01 WIB. Besaran tarif ditetapkan secara “dolar per dolar”, sebagai respons terhadap kebijakan tarif AS berdasarkan Pasal 338 (Section 338) Undang-Undang Tarif 1930.

Ottawa mengenakan tarif antara 15 persen hingga 50 persen terhadap berbagai produk asal AS. Sasaran tarif mencakup sejumlah komoditas penting, mulai dari produk baja, susu, peralatan dan mesin pertanian, bubur kertas dan kertas, hingga produk elektronik.

Pemerintah Kanada menegaskan kebijakan tersebut hanya berlaku terhadap barang yang berasal dari AS. Produk yang telah berada dalam perjalanan atau titik transit ketika tarif mulai diberlakukan tidak akan dikenai tarif balasan tersebut.

Hubungan Dagang AS-Kanada Kian Tegang
Pemberlakuan tarif Kanada merupakan respons langsung terhadap kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menetapkan tarif hingga 50 persen terhadap sejumlah produk impor dari Kanada.

Kebijakan Washington antara lain menyasar baja, aluminium, kayu, serta komponen otomotif. Langkah tersebut menggunakan kewenangan yang diberikan Pasal 338 Undang-Undang Tarif AS kepada presiden untuk mengambil tindakan balasan terhadap negara yang dinilai menciptakan hambatan perdagangan.

Ketegangan semakin meningkat setelah dialog bilateral antara Ottawa dan Washington pada akhir Agustus gagal menghasilkan kesepakatan untuk meredakan perselisihan tarif.

Perselisihan dagang itu menjadi salah satu titik panas hubungan kedua negara di bawah pemerintahan Trump. Washington sebelumnya telah memberlakukan serangkaian tarif impor, yang kemudian dibalas dengan kebijakan serupa oleh Kanada.

Trump berulang kali menyoroti ketimpangan perdagangan antara AS dan Kanada dan menjadikannya salah satu alasan utama untuk menerapkan tarif terhadap negara tetangganya tersebut. Ia juga beberapa kali menuduh Ottawa melakukan praktik perdagangan yang merugikan AS.

Dengan diberlakukannya tarif balasan Kanada, tekanan terhadap hubungan ekonomi kedua negara Amerika Utara tersebut semakin meningkat, sekaligus membuka babak baru dalam perang dagang yang berpotensi memengaruhi rantai pasok dan perdagangan lintas perbatasan.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026