Logo Header Antaranews Riau

Pulau Mendol kembali membara, Manggala Agni data satu lokasi terbakar 4 hektare

Sabtu, 9 Mei 2026 19:26 WIB
Image Print
Tim Manggala Agni Daerah Operasi Rengat ketika melakukan pemadaman di Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan, Riau. ANTARA/HO-Manggala Agni

Pekanbaru, (ANTARA) - Tim gabungan Manggala Agni masih berjibaku melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 4 hektare di Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

“Estimasi luasan sementara sekitar 4 hektare untuk satu lokasi yang ditangani. Untuk satu lokasi lainnya masih dilaksanakan pengukuran,” kata Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Sabtu.

Ia menjelaskan, operasi pemadaman dilakukan oleh satu regu Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat bersama personel Balai Pengendalian Karhutla Sumatera, masyarakat, dan satuan tugas kecamatan.

Menurut Ferdian, kondisi api di lapangan masih aktif meski sebagian area mulai dapat dikendalikan. Beberapa titik di bagian sayap kebakaran juga masih mengeluarkan asap sehingga membutuhkan penanganan lanjutan.

“Keadaan kepala api masih aktif, beberapa lokasi sayap masih berasap sehingga membutuhkan penanganan lanjutan,” katanya.

Selain pemadaman darat, upaya penanganan di lokasi kebakaran lainnya juga dibantu melalui operasi udara menggunakan satu unit helikopter "water bombing" milik Satgas Udara. Beruntungnya juga hujan ringan yang turun di lokasi kebakaran diharapkan dapat membantu proses pemadaman pada hari berikutnya.

“Kondisi di lokasi sempat hujan ringan, semoga dapat membantu ketersediaan air dan mematikan sisa-sisa api,” tuturnya.

Diketahui pada Sabtu ini terdeteksi 8 titik panas di Provinsi Riau berdasarkan data Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru. Titik panas itu tersebar di Kabupaten Pelalawan (4), Siak (3), dan Indragiri Hilir (1).



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Manggala Agni berjibaku padamkan karhutla di Pelalawan Riau



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026