Logo Header Antaranews Riau

Karhutla terlihat satu hamparan pada lima desa di Bengkalis Riau

Minggu, 5 April 2026 16:38 WIB
Image Print
Tim Manggala Agni Daops Siak melakukan pemadaman kebakaran lahan di Desa Sekodi, Kabupaten Bantam, Kabupaten Bengkalis. ANTARA/Manggala Agni

Pekanbaru, (ANTARA) - Tim Manggala Agni Provinsi Riau masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang persebaran apinya berupa satu hamparan, meliputi lima desa di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan satu regu dari Manggala Agni Daerah Operasi Siak saat ini menangani kebakaran tersebut. Karena kebakaran meluas, ditambah lagi dari Siak dua regu Manggala Agni dan bantuan kendali operasi dari Daops Pekanbaru satu regu.

"Kalau luas pastinya belum kami pastikan, tim kami dengan helikopter melihat satu hamparan meliputi lima desa. Sangat luas dan menimbulkan asap besar," katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Minggu.

Satu hamparan tersebut, lanjutnya, meliputi Desa Teluk lancar, Sekodi, Palkun, Kelemantan dan Kembung Luar. Untuk wilayah Pelkun dan Kelemantan, pihaknya saat ini masih melakukan pencarian untuk memastikan sumber air ideal dan akses menuju kepala api.

Dia mengatakan kendala saat ini, selain minimnya sumber air, juga luas serta bahan bakaran yang sangat banyak. Oleh karena itu pihaknya saat ini masih terus mencoba meminta bantuan alat berat untuk membuat embung air.

"Kita juga membersihkan kanal dan membuat sekat bakar menghambat laju api," ujarnya.

Sementara itu di wilayah Bengkalis lainnya yang juga terjadi karhutla yakni Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, sudah memasuki hari keenam. Kegiatan pemadaman dilakukan dua tim Daops Sumatera V/Dumai serta masing-masing satu tim BKO dari Sorolangun Jambi dan Misi Banyuasin Sumatera Selatan.

Menurutnya, upaya pengamanan pemukiman sudah berhasil dilaksanakan. Tim hari ini tim melakukan kegiatan memukul kepala api sebelah kiri untuk menghambat laju dan pengurangan asap pada ekor dan sayap api.

"Pengurangan asap ini membutuhkan kesabaran dan ketelatenan mengingat api sudah masuk ke dalam pori-pori gambut. Kendala kondisi air yang minim sehingga pergerakan terbatas," ungkapnya.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026