Logo Header Antaranews Riau

Tragedi di Selat Hormuz: AS Dituding Serang Kapal Sipil ke Iran, 5 Tewas

Selasa, 5 Mei 2026 16:20 WIB
Image Print
Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz. (ANTARA/Anadolu/aa.)

Moskow (ANTARA) - Pasukan bersenjata Amerika Serikat melepaskan tembakan terhadap dua kapal sipil yang sedang mengangkut barang dari Khasab, Oman, menuju Iran hingga menewaskan lima orang, menurut kantor berita Iran, Tasnim News Agency, Selasa.

Pada Senin (4/5), Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan Iran telah menembaki kapal perang AS dan kapal komersial, sehingga Amerika membalas tembakan dan menghancurkan kapal-kapal kecil milik Iran.

Baca juga: Iran Tegas: Krisis Politik Tak Bisa Diselesaikan Lewat Militer

Namun kemudian, stasiun televisi milik Pemerintah Iran, IRIB, mengutip sumber militer senior setempat yang menyebut pernyataan Amerika itu tidak benar.

Laporan tersebut menyatakan bahwa peristiwa itu digambarkan oleh Amerika sebagai operasi yang sukses terhadap kapal-kapal bersenjata Iran.

Pada Minggu (3/5), Presiden AS Donald Trump mengumumkan Project Freedom, sebuah operasi membantu kapal-kapal yang terhambat di Selat Hormuz untuk meninggalkan kawasan itu.

CENTCOM menyatakan dukungan militer AS untuk operasi tersebut mencakup kapal rudal perusak dengan pemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, sistem nirawak multi-domain, serta 15.000 personel militer. Operasi militer itu dimulai Senin pagi.

Baca juga: IMF Ingatkan Dampak Besar: Konflik Iran Berlarut Bisa Hantam Ekonomi Global

IRIB kemudian melaporkan militer Iran mencegah kapal Amerika melintasi Selat Hormuz dengan menghantam sebuah kapal perang menggunakan dua rudal. Namun, klaim Iran itu dibantah CENTCOM.

Trump juga mengancam Iran dengan konsekuensi menghancurkan apabila Teheran berupaya menyerang kapal-kapal Amerika di dekat Selat Hormuz.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026