
Usai Dikalahkan, Zverev Akui Kualitas Luar Biasa Sinner di Madrid Open 2026

Jakarta (ANTARA) - Alexander Zverev memuji performa Jannik Sinner setelah kekalahannya dari petenis No.1 dunia itu pada final Madrid Open 2026, Minggu (3/5).
Petenis No.3 dunia Zverev kalah telak 1-6, 2-6 dari Sinner, dan kini tertinggal 4-10 dalam head to head dengan petenis Italia tersebut, tanpa memenangi satu set pun dalam enam pertemuan terakhir mereka.
"Saya pikir dia sangat stabil," kata Zverev dikutip dari ATP, Senin.
"Dia tidak mengalami penurunan performa, dia tidak mengalami fase di mana dia merosot. Saya pikir itulah mengapa dia menjadi pemain nomor satu dunia. Bagi saya, itu lebih spektakuler, saya pikir, mempertahankan level permainan sepanjang waktu."
"Saya pikir ada kesenjangan besar antara Sinner dan semua orang lain saat ini," ujar petenis Jerman itu.
"Dan saya pikir ada kesenjangan besar antara Alcaraz, saya sendiri, mungkin Novak, dan semua orang lain. Saya pikir ada dua kesenjangan saat ini."
Menurut indeks menang/kalah ATP, Sinner adalah pemain pertama dalam sejarah ATP Masters 1000 (sejak 1990) yang memenangi lima gelar berturut-turut dan hanya kalah dua set di seluruh turnamen tersebut.
Sinner secara konsisten mengalahkan Zverev dalam beberapa bulan terakhir -- di semifinal turnamen ATP Masters 1000 di Paris, Indian Wells, Miami, dan Monte-Carlo.
Baca juga: Sinner tak ingin disandingkan dengan Federer, Nadal, Djokovic
Namun, meskipun pertandingan terlihat semakin berat sebelah, Zverev menegaskan kekalahannya di Madrid bukan karena dominasi Sinner, melainkan lebih karena level permainannya sendiri.
Zverev mengakui bahwa ia akan kalah dari siapa pun di ATP Tour jika bermain seperti itu.
"Dia sangat bagus, tentu saja. Tapi saya pikir hari ini saya akan kalah dari siapa pun, jujur saja. Saya pikir hari ini saya memainkan pertandingan tenis yang buruk," ujar Zverev.
Zverev hanya kehilangan dua set dalam perjalanannya menuju final Madrid keempatnya dan meraih kemenangan telak dua set langsung melawan Flavio Cobolli dan Alexander Blockx dalam dua pertandingan sebelum pertandingan perebutan gelar.
Namun, Zverev sekali lagi tidak mampu memberikan perlawanan terhadap Sinner.
"Saya rasa semua orang kesulitan melawannya," kata Zverev tentang Sinner.
"Dia telah memenangi lima turnamen Masters terakhir, jadi bukan berarti saya satu-satunya yang kalah darinya. Saya hanya lebih sering kalah darinya karena saya selalu berhasil mendekatinya dan saya kalah darinya."
"Jadi, seperti itulah. Hari ini tidak masuk akal untuk banyak berbicara tentang strategi, itu benar-benar pertandingan yang buruk bagi saya. Saya rasa tidak banyak strategi yang terlibat," ujar petenis berusia 29 tahun itu.
Zverev, juara Masters 1000 tujuh kali dan pemenang dua kali di Madrid, selanjutnya akan berkompetisi di Roma.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

