
PBB Angkat Suara atas Kekerasan Pemukim Israel di Tepi Barat

PBB (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (23/3) mengecam serangan terbaru yang dilakukan oleh sejumlah pemukim Israel terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat yang diduduki, menurut Stephane Dujarric, juru bicara (jubir) sekjen PBB.
"Serangan yang terjadi hampir setiap hari oleh pemukim Israel ini semakin parah, mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, kerusakan properti yang signifikan, dan bahkan terkadang memaksa seluruh komunitas mengungsi," kata juru bicara (jubir) sekjen PBB Stephane Dujarric dalam taklimat harian.
Baca juga: Belanda & Afrika Selatan Bersatu Gugat Israel di PBB: Latar Belakang & Dampaknya
Dujarric menegaskan kembali bahwa "permukiman Israel dan infrastruktur terkait tidak memiliki keabsahan hukum dan merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, termasuk resolusi PBB yang berlaku".
Dia juga menyerukan deeskalasi segera atas situasi di Tepi Barat yang diduduki dan penghentian serangan terhadap warga sipil serta properti mereka, kata sang jubir.
Baca juga: Aksi Permusuhan Mengancam Rantai Bantuan di Timur Tengah
"Dia mendesak Pemerintah Israel untuk melaksanakan langkah-langkah konkret guna membalikkan arah perkembangan situasi saat ini di Tepi Barat yang diduduki. Otoritas Israel memikul tanggung jawab untuk melindungi penduduk Palestina, mengakhiri kekebalan hukum, dan menuntut pertanggungjawaban pihak-pihak yang bertanggung jawab," ujar Dujarric.
Pewarta : Xinhua
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

