Logo Header Antaranews Riau

Indonesia Kecam Rencana Zionis Kuasai 70 Persen Wilayah Gaza

Kamis, 4 Juni 2026 12:36 WIB
Image Print
Arsip foto - Serangan militer Israel di Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan 910 warga Palestina sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. (Anadolu Agency/pri.)

Jakarta (ANTARA) - Indonesia mengutuk keras pernyataan pemimpin rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu yang bermaksud memperluas pendudukan di Jalur Gaza hingga 70 persen dari total wilayah kantong tersebut.

“Kita terus menolak dan mengecam keras rencana tersebut,” ucap Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono di Jakarta, Rabu.

Ditemui usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Madagaskar Alice N’Diaye di kompleks Kementerian Luar Negeri RI, dia menegaskan bahwa rencana tersebut ilegal dan merupakan pelanggaran hukum internasional.

Baca juga: PBB Mendesak Israel Akhiri Pembatasan di Kamp Pengungsi Tepi Barat

Indonesia mendorong semua pihak agar segera mengambil langkah demi mencegah Zionis Israel benar-benar memperluas pencaplokannya terhadap Jalur Gaza, kata dia.

Sugiono juga kembali menyerukan agar komunitas internasional terus mendorong perdamaian di Palestina berdasarkan solusi dua negara.

“Bagi Indonesia, intinya, yang menjadi garis bawah adalah Palestina harus merdeka dalam kerangka solusi dua negara,” demikian Sugiono.

Sementara itu, Menlu RI memastikan bahwa isu Palestina, khususnya ancaman pencaplokan Gaza oleh rezim Zionis, menjadi salah satu topik bahasan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menlu Turkiye Hakan Fidan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu siang ini.

Ia mengatakan, Indonesia dan Turkiye sepakat bekerja sama mengembalikan fokus dunia terhadap perjuangan Palestina, mengingat berbagai upaya perdamaian di sana terhenti usai Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran.

“Kita harus kembali ke sana, dan untuk itu kita harus mencari cara untuk menyelesaikan konflik ini,” demikian Sugiono.

Kamis lalu, pemimpin rezim Zionis Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel bermaksud memperluas kontrol militer Zionis di Jalur Gaza hingga 70 persen dari total wilayah tersebut.

Menurut laporan Anadolu, Netanyahu mengaku bahwa pasukan Zionis saat ini telah mengendalikan sekitar 60 persen dari wilayah Gaza.

Baca juga: Krisis Rumah Sakit di Gaza: 76 Persen Alat Pencitraan Medis Lumpuh

Adapun pasukan Zionis sebelumnya mengumumkan kendali atas 53 persen wilayah Gaza setelah mundur ke “Garis Kuning” dalam fase pertama rencana perdamaian yang disusun Presiden AS Donald Trump.

Merespons pernyataan Netanyahu itu, Menlu AS Marco Rubio menegaskan bahwa rencana Zionis menguasai 70 persen Gaza tak termasuk dalam rencana perdamaian Trump.

“Kami memiliki rencana. Tetapi rencana itu tidak mencakup hal tersebut,” kata Rubio di hadapan Kongres AS, Selasa (2/6).




Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026