Logo Header Antaranews Riau

AS Pertimbangkan Kerahkan Pasukan untuk Rebut Pulau Kharg, Jantung Ekspor Minyak Iran

Senin, 16 Maret 2026 15:23 WIB
Image Print
Seorang pekerja minyak Iran sedang mengerjakan jalur pipa minyak di Pulau Kharg di Teluk Persia, Iran selatan pada 23 Februari 2016. (ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz.)

Moskow (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan merebut Pulau Kharg di Iran utara, sebuah langkah yang akan melibatkan penerjunan personel militer AS ke wilayah Iran secara langsung.

Menurut laporan Axios, mengutip sejumlah sumber, Senin, Trump disebut tertarik terhadap rencana merebut sepenuhnya Pulau Kharg karena dapat memberi "pukulan telak" bagi ekonomi Iran dan memutus pendanaan bagi Teheran.

Seorang pejabat Gedung Putih kepada Axios mengatakan Presiden AS itu belum menetapkan keputusan apapun terkait Pulau Kharg.

Baca juga: AS Yakin Konflik dengan Iran Segera Usai dalam Hitungan Minggu

Namun, kata sumber itu, situasi dapat berubah jika upaya memulihkan jalur pelayaran di Selat Hormuz jadi berlarut-larut.

Menurut laporan Axios, langkah tersebut memerlukan pengerahan personel AS ke wilayah Iran, sehingga dikhawatirkan dapat memicu serangan balasan Iran terhadap fasilitas produksi dan instalasi pipa minyak di kawasan Teluk, khususnya di Arab Saudi.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.

Iran lantas melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer AS di se-antero Timur Tengah.

Baca juga: Iran Minta Negara-Negara Regional Akhiri Kehadiran Militer AS

Eskalasi yang terjadi di Iran telah memicu blokade "de facto" atas Selat Hormuz, sebuah jalur pelayaran yang penting bagi pengiriman minyak dan gas LPG dari negara-negara di Teluk Persia ke pasar dunia.

Gangguan pelayaran tersebut juga berdampak pada tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan Teluk.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026