
Mahasiswa UIN Suska Riau rencanakan pembacokan sejak November

Pekanbaru (ANTARA) - Aparat kepolisian mengungkap dugaan pembacokan yang dilakukan mahasiswa UIN Suska Riau bernama Raihan telah direncanakan sejak November 2025 lalu.
"Dari hasil pemeriksaan, pelaku R telah memiliki niat sejak November 2025 lalu untuk melakukan perbuatan tersebut. Namun baru dilaksanakan kemarin," terang Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat.
Ia menyebutkan pelaku juga mengakui telah mempersiapkan senjata tajam yang digunakan dalam aksi tersebut.
“Pelaku mengasah kapak dan parang yang akan dibawanya untuk melancarkan penganiayaan dan pembunuhan terhadap korban. Setelah itu ia baru menuju kampus UIN Suska,” ujarnya.
AKP Anggi menjelaskan korban mengalami luka cukup serius di beberapa bagian tubuh, yakni pada kuping, kening, leher, tiga luka di punggung, serta tangan kiri. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif.
Setelah sempat diamankan oleh Polsek Binawidya, penanganan perkara diambil alih oleh Satreskrim Polresta Pekanbaru. Pelaku kini telah ditahan di rumah tahanan Polresta Pekanbaru dan ditempatkan di sel terpisah.
Peristiwa pembacokan tersebut diduga dipicu persoalan pribadi terkait hubungan percintaan, namun kepolisian masih mendalami motif pasti kejadian itu melalui pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi.
Diberitakan sebelumnya, Seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska Riau) mengalami luka serius akibat dibacok oleh sesama mahasiswa di lingkungan kampus, Kamis (26/2).
Salah seorang mahasiswa, Dimas, mengatakan peristiwa itu terjadi saat korban sedang menunggu giliran sidang proposal di ruang fakultas syari'ah dan hukum
“Awalnya korban menunggu untuk sidang proposal di ruangan Fakultas Syariah dan Hukum. Kami sedang belajar di ruangan sebelah. Saat kami lihat keluar, tampak pelaku sedang membacok korban di depan ruangan. Kami tidak berani menolong karena pelaku membawa kapak,” ujarnya.
Pewarta : Annisa Firdausi
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

