Logo Header Antaranews Riau

PBB Soroti Keamanan Zaporozhye, Desak Libatkan International Atomic Energy Agency

Kamis, 26 Februari 2026 10:36 WIB
Image Print
Iring-iringan mobil mengangkut misi ahli Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tiba di PLTN Zaporizhzhia, Ukraina, Kamis (1/9/2022). (ANTARA/Xinhua/Victor/pri.)

PBB/New York (ANTARA) - Juru bicara PBB Stephane Dujarric pada Rabu (25/2) mengatakan PBB meminta Rusia dan Ukraina bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) guna memastikan keamanan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporozhye (ZNPP) di tengah aktivitas militer.

Saat berbicara dalam Konferensi Perlucutan Senjata sebelumnya pada hari itu, perwakilan tetap Rusia untuk PBB di Jenewa, Gennady Gatilov, mengatakan penembakan yang disengaja oleh Kiev terhadap ZNPP berisiko menyebabkan bencana nuklir.

Baca juga: Iran-Rusia Sepakat Bangun Empat PLTN Baru, Perkuat Aliansi Energi Nuklir

Ia menambahkan bahwa hal tersebut juga dapat berdampak pada negara-negara yang memberikan bantuan militer kepada Ukraina.

"Dan kami mendorong Federasi Rusia dan Ukraina untuk bekerja sama secara erat dengan IAEA guna memastikan keamanan pembangkit listrik (Zaporozhye) demi kepentingan semua orang," kata Dujarric kepada wartawan.

Dujarric menambahkan bahwa sejak awal konflik Ukraina, PBB telah menyatakan prihatin terhadap keamanan ZNPP dan pembangkit listrik tenaga nuklir lainnya.

Kepala Rosatom Alexey Likhachev mengatakan bahwa Rusia dan IAEA tengah berdiskusi tentang jangka waktu dan syarat untuk menetapkan gencatan senjata secara lokal guna melaksanakan perbaikan di ZNPP.

IAEA menyatakan bahwa jalur cadangan ZNPP Ferrosplavnaya-1 dimatikan pada 10 Februari, kemungkinan karena aktivitas militer di daerah di dekatnya.

ZNPP terletak di tepi kiri Sungai Dnepr (Dnipro), dekat kota Energodar (Enerhodar). ZNPP merupakan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa dalam hal jumlah unit dan kapasitas terpasang.

Pembangkit tersebut memiliki enam unit pembangkit, dengan kapasitas masing-masing 1 gigawatt, yang semuanya saat ini berada dalam kondisi dihentikan operasinya sementara (cold shutdown).

Baca juga: Rusia Peringatkan Serangan ke PLTN Iran Bisa Picu Bencana Setara Chernobyl

Pada Oktober 2022, pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut berada di bawah kendali Rusia dan sejak saat itu secara rutin menjadi target serangan Ukraina.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026