Logo Header Antaranews Riau

Lembaga Pemantau: Suriah Selatan Dibombardir Israel 41 Kali

Selasa, 24 Februari 2026 10:45 WIB
Image Print
Sebuah mobil yang rusak terlihat setelah Israel menyerang Markas Komando Umum Angkatan Darat Suriah dan kompleks Kementerian Pertahanan di Lapangan Umayyah di pusat Damaskus, Suriah, 16 Juli 2025. (ANTARA/Xinhua/Str)

Damaskus (ANTARA) - Pasukan Israel telah melancarkan puluhan serangan darat ke Suriah selatan sejak awal Februari 2026, demikian disampaikan lembaga pemantau perang yang berbasis di Inggris, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights) pada Minggu (22/2).

Lembaga pemantau perang tersebut telah mendokumentasikan sebanyak 41 serangan darat Israel ke wilayah Suriah pada bulan ini, disertai dengan aktivitas udara berulang pada ketinggian rendah di atas provinsi Quneitra dan Daraa, Suriah selatan.

Baca juga: Akhir Era Militer AS di Suriah: Semua Pasukan Pulang

Menurut lembaga pemantau itu, serangan-serangan tersebut termasuk serangan darat secara berulang yang disertai penangkapan warga sipil, penggusuran lahan pertanian menggunakan buldoser, dan pendirian pos-pos pemeriksaan militer sementara di dalam wilayah Suriah.

Lembaga itu menyatakan aktivitas-aktivitas tersebut dilaporkan terjadi tanpa adanya respons militer.

Lembaga itu juga menyebut aksi-aksi Israel memiliki dampak langsung pada kehidupan sehari-hari di wilayah-wilayah yang terdampak, terutama bagi para penggembala, petani, dan penduduk desa di dekat garis demarkasi.

Baca juga: Harapan Baru untuk Suriah, Uni Eropa Menyambut Gencatan Senjata

Pemerintah sementara Suriah terus menyuarakan penolakan keras terhadap aktivitas militer Israel yang sedang berlangsung di Suriah selatan, menggambarkannya sebagai pelanggaran berulang terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026