
Lembaga Pemantau: Suriah Selatan Dibombardir Israel 41 Kali

Damaskus (ANTARA) - Pasukan Israel telah melancarkan puluhan serangan darat ke Suriah selatan sejak awal Februari 2026, demikian disampaikan lembaga pemantau perang yang berbasis di Inggris, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights) pada Minggu (22/2).
Lembaga pemantau perang tersebut telah mendokumentasikan sebanyak 41 serangan darat Israel ke wilayah Suriah pada bulan ini, disertai dengan aktivitas udara berulang pada ketinggian rendah di atas provinsi Quneitra dan Daraa, Suriah selatan.
Baca juga: Akhir Era Militer AS di Suriah: Semua Pasukan Pulang
Menurut lembaga pemantau itu, serangan-serangan tersebut termasuk serangan darat secara berulang yang disertai penangkapan warga sipil, penggusuran lahan pertanian menggunakan buldoser, dan pendirian pos-pos pemeriksaan militer sementara di dalam wilayah Suriah.
Lembaga itu menyatakan aktivitas-aktivitas tersebut dilaporkan terjadi tanpa adanya respons militer.
Lembaga itu juga menyebut aksi-aksi Israel memiliki dampak langsung pada kehidupan sehari-hari di wilayah-wilayah yang terdampak, terutama bagi para penggembala, petani, dan penduduk desa di dekat garis demarkasi.
Baca juga: Harapan Baru untuk Suriah, Uni Eropa Menyambut Gencatan Senjata
Pemerintah sementara Suriah terus menyuarakan penolakan keras terhadap aktivitas militer Israel yang sedang berlangsung di Suriah selatan, menggambarkannya sebagai pelanggaran berulang terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional.
Pewarta : Xinhua
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

