Logo Header Antaranews Riau

Masuk KEN 2026, Festival Perang Air Meranti siap mendunia

Jumat, 6 Februari 2026 18:16 WIB
Image Print
Festival Perang Air yang digelar di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. (ANTARA/Dok)

Selatpanjang (ANTARA) - Festival Perang Air Kabupaten Kepulauan Meranti resmi masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, setelah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pariwisata Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026 tertanggal 12 Januari 2026.

Penetapan ini membuat Festival Perang Air tidak lagi sekadar agenda budaya daerah, melainkan menjadi bagian dari kalender promosi pariwisata nasional yang akan dipromosikan Kementerian Pariwisata kepada wisatawan nusantara hingga mancanegara.

Dari 125 event yang ditetapkan sebagai KEN 2026 terdiri atas 10 Top KEN dan 115 KEN reguler—Festival Perang Air Kepulauan Meranti dinilai memiliki kekuatan tradisi yang khas, partisipasi masyarakat yang tinggi, serta mampu menggerakkan roda ekonomi lokal.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kepulauan Meranti, Saiful Bahri, menyebut masuknya Festival Perang Air ke dalam KEN sebagai momentum penting bagi promosi budaya Meranti di tingkat nasional.

“Festival Perang Air ini bukan sekadar hiburan, tetapi sudah menjadi identitas budaya masyarakat Selatpanjang. Masuk KEN berarti tradisi kita diakui dan memiliki daya tarik nasional,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Menurut Saiful, pemerintah daerah saat ini mulai mematangkan berbagai persiapan teknis, mulai dari pembentukan panitia lokal, penguatan koordinasi lintas instansi, hingga peningkatan kesiapan pelaku usaha pariwisata. Perhatian utama diarahkan pada penyelenggaraan festival yang aman, bersih, dan ramah lingkungan.

“Kami ingin wisatawan datang bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga merasa nyaman dan ingin kembali lagi ke Meranti,” katanya.

Selain promosi berskala nasional, event yang masuk dalam KEN juga mendapatkan pendampingan teknis dari Kementerian Pariwisata, baik dalam pengelolaan acara, strategi publikasi, maupun penguatan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin. Ia berharap Festival Perang Air terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih atas pengakuan ini. Harapan kami, festival ini tidak hanya mengangkat nama daerah, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat dan meninggalkan kesan positif bagi wisatawan,” ujarnya.

Festival Perang Air merupakan tradisi permainan air massal yang digelar di jalan-jalan utama Kota Selatpanjang selama beberapa hari dalam rangkaian perayaan Imlek. Ribuan warga dan wisatawan biasanya terlibat langsung, menjadikan kota pesisir di Provinsi Riau itu berubah menjadi pusat keramaian sekaligus perputaran ekonomi masyarakat.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026