
APINDO kukuhkan pengurus baru DPP Riau periode 2025--2030

Pekanbaru (ANTARA) - Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) resmi mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Riau periode 2025–2030 dalam sebuah prosesi di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, Selasa (9/12).
Pengukuhan tersebut diawali diskusi bertajuk Apindo Incorporated: Sinergi Stakeholders dalam Perspektif Inovasi dan Peluang Pasar UMKM di Indonesia.
Agenda dilanjutkan dengan pelantikan pengurus serta penandatanganan nota kesepahaman untuk memperkuat sinergi dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Ketua Umum DPN APINDO Shinta W. Kamdani menyampaikan selamat kepada kepengurusan baru dan menegaskan peran strategis Riau dalam memperkuat ekonomi nasional.
"Indonesia kini berada pada fase yang sangat menentukan, di mana kekuatan ekonomi sebagai negara dengan PDB lebih dari USD 1,19 triliun dan sebagai ekonomi terbesar ke-16 dunia harus diimbangi dengan produktivitas, penciptaan lapangan kerja baru, serta percepatan transformasi industri agar tidak kehilangan momentum pertumbuhan," ujarnya.
Shinta menambahkan bahwa APINDO terus memperkuat advokasi kebijakan berbasis kebutuhan faktual dunia usaha.
"APINDO ingin memastikan advokasi nasional secara langsung menyelesaikan tantangan nyata dunia usaha di daerah,” ucap Shinta.
Ketua DPP APINDO Riau dalam sambutannya menegaskan komitmen menjadikan APINDO sebagai rumah kolaborasi yang modern, inklusif, dan berorientasi hasil.
“Kami akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan serikat pekerja agar regulasi benar-benar berpihak pada pertumbuhan usaha sekaligus kesejahteraan tenaga kerja,” ujarnya.
Ia menyebut agenda lima tahun ke depan difokuskan pada penguatan iklim usaha, pemberdayaan UMKM agar terhubung ke rantai pasok industri unggulan seperti energi, agroindustri, perkebunan, hingga ekonomi kreatif, serta transformasi organisasi melalui digitalisasi layanan dan peningkatan kapasitas usaha.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dalam sambutannya mengapresiasi konsolidasi APINDO dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Ia menegaskan bahwa APINDO merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas iklim investasi dan harmoni hubungan industrial.
Ia menyoroti realisasi investasi Januari–September 2025 yang mencapai Rp55,89 triliun sebagai bukti kuatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Riau. Ia juga mendorong peran APINDO dalam memperkuat rantai pasok dan meningkatkan kontribusi UMKM.
"Dunia usaha besar di Riau tidak hanya harus tumbuh, tetapi tumbuh bersama UMKM. Inilah model pembangunan ekonomi yang ingin kita hadirkan, ekonomi yang tidak menyisakan siapa pun di belakang,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Riau lima tahun ke depan pada kisaran 5,16–5,90 persen pada 2029 serta target penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka menjadi 2,94–3,42 persen.
“Mari kita jadikan data sebagai dasar, kolaborasi sebagai kekuatan, dan keberpihakan terhadap masyarakat sebagai tujuan. Riau ingin tumbuh dan ingin tumbuh bersama. Bekerja cepat, bekerja tepat, dan memberi dampak,” tambahnya.
Acara ini dihadiri Ketua DPRD Riau, unsur Forkopimda, pimpinan OJK, Bank Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, SKK Migas, PLN, kepala dinas teknis, serta berbagai asosiasi dunia usaha, serikat pekerja, perbankan, akademisi, dan perusahaan anggota APINDO.
Pewarta : Annisa Firdausi
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

